12 Ramadhan 1444 H

12 Ramadhan 1444 H

==================

FKA Senin 3 04 2023

Ust. H.M. Sholahuddin A.W 

==================

1. Tanya :

Pada QS 2 : 16, 

a. Apakah yang dimaksud dengan membeli kesesatan dengan Petunjuk?

b. Mengapa ada orang solat tetatpi tetap melakukan hal-hal yang maksiyat ?

-----------------------

Jawaban :

a. Istilah membeli kesesatan dengan Petunjuk itu adalah menukar. 

Seseorang yang sedikit sekali belajar isi Al-Qur’an, akan mudah tergelincir ke kemaksiyatan. Sedikit prinsip Al Qur'an yang ada dalam hatinya, akan ia buang jika ia mendapatkan kesenangan dunia.

Seorang muslim tentu paham bahwa Allah melarangnya untuk korupsi. Namun bagi mereka yang merasa kepepet dalam kehidupannya. Dimana ia membutuhkan banyak uang untuk menyelesaikan masalah hidupnya dan ia merasa dengan korupsilah ia akan terlepas dari masalahnya, maka ia buang larangan korupsi, ia buang larangan mencuri harta orang lain dari hatinya dan ia menerima uang haram itu.

b. Seseorang yang masih melakukan maksiyat walaupun ia rajin sholat, sesungguhnya yang salah bukan solat yang ia kerjakan. Firman Allah di QS 29 ayat : 45 

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah salat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar”.

Ayat ini secara tegas menjelaskan bahwa sholat yang dilatar-belakangi dengan memahami isi Al-Qur’an, akan membuat sholat itu bermanfaat bagi pelakunya. Dapat menjauhkannya dari perbuatan maksiyat.

Jadi jika ada orang yang sholat tetapi maksiyat juga ia jalankan, artinya ia tidak pernah belajar isi Al-Qur’an dengan serius. Sehingga ia tidak pernah merasa diajak bicara oleh Allah.

==================

2. Tanya :

Apakah persoalan di atas bisa disamakan dengan menjual ayat-ayat Allah dengan harga murah?

Jawaban:

Ya betul. Larangan korupsi itu jika ia taati, ia akan mendapatkan surga. Ternyata bukan ditukar dengan surga malahan ditukar dengan segepok uang.

3. Tanya :

Apa yang menyebabkan seseorang mudah jengkel ketika menghadapi masalah ?

Jawaban :

Allah swt memberikan kita mata untuk melihat. Kita kadang melihat sesuatu yang membuat kita jengkel. Demikian juga Allah swt memberikan kita telinga untuk mendengar. Kita kadang mendengar sesuatu yang membuat kita jengkel. Juga kadang kita merasakan hal yang tidak enak dalam rasa dan hati kita padahal rasa itu Allah yang menganugerahkan.

Sesungguhnya yang membuat kita jengkel adalah bukan karena obyek yang kita lihat, tapi justru karena berfungsinya mata kita. Seandainya mata kita tidak berfungsi, apapun yang buruk di depan kita tak akan pernah membuat kita jengkel. Ketika penyebabnya sudah kita temukan. Maka alangkah baiknya saat kita melihat sesuatu yang menjengkelkan, segeralah bersyukur kepada Allah karena mata kita berfungsi dengan normal. Sekarang tinggal kita, mampukan me-manage perasaan kita agar tidak selalu merasa jengkel terhadap ciptaan Allah.

Mari kita belajar lewat rukun iman yang ke enam yaitu Percaya kepada ketentuan Allah (Qodho’ dan Qodar-Nya) yang baik dan yang buruk. Mari kita me-manage indra kita saat dihadapkan sesuatu yang tidak mengenakkan dengan cara mencari kebaikannya. Itulah kesempurnaan iman.

=============

4. Tanya :

Ustadz ! Bagaimana jika saya mencoba merangkum Fatihah dan awal Al Baqarah

Jawaban awal

Silakan !

Terima kasih ustdz

Ya Allah kami mohon tunjukanlah kami kejalan lurus, dan teguhkanlah ke jalan hidup yg benar yg buat kami bahagia dunia akhirat, yaitu jalan orang yg Kau beri nikmat

Dengan cara memahami isi Quran, yg tdk ada keraguan sedikitpun dan petunjuk bagi orang2 yg bertakwa.

Jawaban :

Ya betul

=============

5. Tanya :

Saat kita sholat, ketika membaca ihdinashirotolmustaqiim, dalam hati kita minta : tunjukan kami bisa menuju surga

Jawaban :

Ya betul. Tetapi ada baiknya jangan mendahulukan surga dulu. Namun yang kita dahulukan Jalan didepan kita yang akan kita lalui dalam hidup ini, baik setelah kajian ini, siang nanti, besok, bulan depan dan perjalanan kita sampai mati kita nanti  barulah akhirnya surga. Kita butuh serius untuk melalui jalan yang lebih dekat dengan saat ini

==============

Apa yang akan kita lewati di dunia ini sungguh membutuhkan penanganan. Kita memerlukan nikmat (pemberian) dari Allah. Caranya, berusaha  bertemu orang2 yg diberi nikmat (mun’am). Kita perlu belajar dengan mereka dan bersinergi dengan mereka untuk kemudian berharap menjadi seperti mereka (menjadi mun’am).

Teruslah belajar Al-Quran, agar Allah memberikan kita nikmat baik secara langsung atau lewat orang-orang yang mun’am. Yang perlu disadari bahwa dalam mempelajari Quran harus sinergi dg yg lain. Diskusi yang saling menguatkan. Kita mencari jalan di dunia sampai kita ke surga ,untuk hidup sesuai keinginan Allah.

Kita harus Ingat ada maghdub (yang dimurkai) dan dhol (yang sesat). Bukan berarti kita tidak ketemu mereka. Kita perlu mengajak mereka ke yang baik.

================================

Jangan mencari kesenangan dunia dan akhirat, kita nanti akan stress. Karena di dunia itu adanya kesulitan.

Dalam kehidupan berRumah Tangga itu perlu setiap hari mengingatkan anak2 untuk sholat. Yang pasti akan menimbulkan keributan.

Kalo rumah tangga mau adem ayem tentrem dan tanpa keributan, gampang saja, tidak usah menyuruh anggota keluarga untuk sholat, pasti mereka merasa nyaman, damai.

Kita sedih nyuruh anak solat, kesulitan.

Kenapa kesulitan? karena nyuruh anak solat.

Supaya ga kesulitan, ga usah nyuruh anak solat.

Mampukah pasangan melihat kekurangan pasangannya dan dimaklumi?

===================

Mari belajar pd Allah lewat Al Quran. Allah tunjukan pada kita hidup didunia itu memang susah, maka harus dilewati dg belajar isi Quran

Menghindari godaan syetan itu bukan dengan solat, zikir dll. Menghindari godaan syetan itu lewat memahami ayat bagaiman syetan menggoda kita dan bagaimana Allah membantu kita untuk dijauhkan dari godaan syeta. 

Ketenangan hidup itu berasal dr isi Quran. Sh.olat, puasa, itu pembuat bersih jiwa. Setelah jiwa ini bersih, Jiwa ini akan diisi dengan apa?  Inilah yang lebih penting. Jawabannya hanya satu belajar isi al-qur’an.

Silakan dzikr dan solat terus ,apakah kita bisa tambah pinter? tidak

kecuali kita paham bahasa arab. Maka solat kita pasti sambil mikir ayat

Ga mungkin penyakit masyarakat dihilangkan dg solat & sodaqoh saja.

mustahil

==========

6. Tanya :

Saat kita membaca “Ihdinash Shirotol Mustaqim”, bagaimanakah membayangkan jalan itu ?

Jawaban :

Ketika kita solat wajib, saat kita membaca  ihdinasirol mustaqim jalan lurus rasakanlah Shirot atau jalan yang kita minta itu adalah jalan di depan kita yang panjang menuju kematian kita dan terus ke surga.

Saat kita punya keinginan khusus, lalu kita sholat sunnah, maka shirot itu adalah jalan yang akan kita lalui untuk sampainya tujuan yang kita inginkan.

Kita mohon kepada Allah ditunjukkan jalan dimana jalan itu ada orang-orang yang diberi nikmat yang akan membantu kita menuju tujuan kita. Misal kalo kita sedang sakit, berarti menuju kesembuhan.

========================

7. Tanya :

Saat kita melakukan kegiatan selain ibadah yaitu bekerja, bagaimana cara kita membayangkan saat membaca surat Al-Fatihh itu (di Luar sholat) 

Jawaban :

Jika ada diantara kita yang setiap akan bekerja  memulai dengan berdoa menggunakan surat Al Fatihah ini. Kita bisa mengatakan  : Ya allah ! Tolong dalam pekerjaan ini saya butuh jalan  menuju apa target saya. Mudah-muadahan hari ini Engkau pertemukan saya dengan orang yg kau beri nikmat, Sehingga saya paham apa yang harus saya lakukan.

Begitu minta ihdina , yg diminta apa

Yang perlu kita pahami, jangan hanya mengandalkan doa itu. Namun kita harus paham bahwa saat mengucapkan ihdinaa (meminta petunjuk), Allah mengingatkankepada kita bahwa petunjuk itu ada di dalam Al-Quran yang kita harus mempelajari isinya. 

Insya-allah jika kita selalu memahami isi Al-Quran, maka Allah akan membimbing kita dalam keseharian kita sesuai dengan kepahaman ayat yang telah kita miliki.

=========================

8. Tanya :

Ayat 2 Surat Al Baqoroh

Kalau ada orang yang yakin, bahwa isi Al-Quran itu berguna untuk dirinya. Ia tidak ragu bahwa Al-Quran itu pedoman hidupnya , tetapi ia tidak mau belajar isinya. Ia hanya membaca saja teks arabnya. Kalo seperti ini, dia itu masuk orang2 yg nantinya dapat petunjuk/hikmah atau bagaimana? Sementara yang seperti ini, banyak terjadi dalam kehidupan kaum muslimin di sekitar kita. Mereka hanya baca saja dan tidak mau memahami terjemahannya

Jawaban :

Pertanyaan yang dilontarkan ini ada kesalahan. Bagaimana mungkin ada orang mengatakan bahwa suatu buku isinya bagus tapi ia tidak mau membaca isi buku itu. Ok ,contoh saja begini. Ada sebuah buku cerita yang dikarang oleh seorang pengarang yang terkenal. Kemudian si fulan mengatakan terhadap buku tersebut, buku ini dijamin bagus karena pengarangnya terkenal, namun ia tidak pernah sama sekali membaca buku itu. Apa yang kita katakan kepada si Fulan ini ? tentu kita katakan ia seorang pembohong. Sebagaimana yang Allah ceritakan di QS. 2 ayat 8 dan 9.

=======

Kita tentu prihatin terhadap orang tersebut. Bagaimana mungkin ia mengakui Al-Quran itu bagus namun ia tak pernah membacanya.

Mari kita perhatikan apa yang Allah firmankan di Surat Shad (38) : 29. Allah menjelaskan :

Ini adalah sebuah kitab, yg sudah Aku turunkan kepadamu penuh dengan berkah (yang akan menjadikan jiwa bisa berkembang ke arah yang baik). Hendaklah tiap muslim mau memperhatikan isinya (jika ingin jiwanya berkembang ke arah yang baik). Siapapun yang mempelajarinya, jika ia mempunyai akal sehat, pasti akan mendapatkan pelajaran.

Kita juga bisa perhatikan firman Allah di dalam Al Qur’an surat ke- 47 ayat 24. Allah menjelaskan :

Mengapa mereka yg  membaca Quran itu (hanya ingin mendapatkan pahalanya) tidak mau memperhatikan isinya ? Apakah dihatinya sudah banyak gembok? 

Mari kita tanyakan pada diri kita, orang ini termasuk kelompok mana?

==============================

9. Tanya :

Surat Al-Baqarah ayat ke- 24

Ayat ini bercerita bahwa isi neraka itu Manusia dan batu , kenapa jin tidak?

Jawaban :

Yang pasti pegetahuan kita tentang alam ghoib harus dari Allah dan Rasul-Nya. Saat Allah tidak menjelaskan, kita tak akan bisa menjelaskan. Namun jika saya diminta menjelaskan, paling saya hanya bisa mengatakan bahwa Jin itu jika dibakar di neraka, maka tak perlu adanya bahan bakar karena jin itu sudah diciptakan dari api. Ia akan membakar dirinya sendiri.

Sebetulnya jawaban saya, itu salah, 

karena yang bertanya ingin saya menjawab dan setelah saya jawab mengatakan bahwa ia paham dan puas dengan jawaban itu, ketahuilah jawaban saya itu ngarang. Jadi aslinya salah.

Jawaban yang benar adalah : hal yang ghoib kita tidak ada yang tahu. Bagaimana cara Allah membakar jin di neraka. Ya nggak ada jawabannya

==============

10. Tanya :

Ayat 6 Al Fatihah, Bisakah diartikan seperti ini ?

Tunjukilah kami jalan lurus dalam kebenaran, Jalan menuju surganya Allah

Sehingga selalu bertemu dengan orang2 yg Kau beri nikmat.

Kalau ketemu yg sesat dan dimurkai, berilah hamba ijin untuk membantu mereka kembali ke jalan orang-orang mun’am  (yang diberi nikmat).

Jawaban :

Jalan kesurga hanya tujuan akhir

Yang jauh lebih penting itu jalan didepan kita

Jangan mikir setelah sakaratul maut atau setelah mati

Pada saat kita sakaratul maut Allah pasti akan membimbing kita. Silakan melihat Surat ke 41 (fush-shilat) ayat 30, 31 & 32. Malaikat yang mencabut nyawa kita, akan membimbing kita sampai ke dalam surga.

Jadi jangan dipikir keadaan setelah mati, 

Pikirkanlah apa yang akan kita lalui di hari ini, esok, pekan depan, bulan depan, tahun depan dan pikirkan apa yang akan kita jalani sampai datangnya kematian. Insya-allah, Dia akan memberikan kita jalan. Dimana di jalan itu kita akan bertemu dengan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah. 

Caranya, Mari kita selalu belajar isi Al-Qur’an yang jumlah ayatnya ada 6.236 ayat.

=================

11. Tanya : 

Surat Al-Baqarah Ayat 20

Ternyata Nyambung dari ayat 16 ya? 

Disini saya baru paham bahwa pada ayat-ayat itu mereka berjalan dengan menggunakan kilat yg sewaktu-waktu bisa menyambar mereka. Padahal itu berbahaya. 

Jawaban

Ya betul. Rangkaian ayat ini bercerita tentang orang yang melakukan perjalanan di malam hari. Ia membawa korek api. Ia seharusnya sadar bahwa korek api itu bisa diperbesar dengan membuat obor untuk perjalanan mereka menuju tujuan. Tapi apa yang terjadi. Mereka justru berjalan menggunakan sinar kilat yang hanya sesaat nyalanya. 

Inilah gambaran orang yang mempelajari Al-Quran hanya sepotong sepotong. Seharusnya ia memperbanyak pemahamannya terhadap isi Al-Qur’an. Sayangnya, ia tidak melakukannya. Yang ia pilih justru kesenangan dunia yang ditawarkan oleh manusia di sekelilingnya.

=================

12. Tanya :

Mohon dijelaskan kembali  QS 41 ayat 30

Jawaban :

Sebelum membahas surat 41 ayat 30, 31 dan 32, mari kita melihat QS 2 ayat 26 & 27

Allah menjelaskan di QS. 2 ayat 26 dan 27 bahwa :

a. Al-Quran itu isinya bagaikan nyamuk. Binatang seperti nyamuk, sering kita tidak mau memperhatikan, karena menurut kita hal itu tidak penting. Padahal kalau kita mau memperhatikan nyamuk yang Allah ciptakan itu, pasti kita bisa mendapatkan banyak manfaat.

b. Demikian juga isi Al-Qur’an, jika dilihat sepintas lalu, seakan tanpa makna karena hanya berbicara tentang hal-hal yang umum tentang kehidupan ini,.

c. Orang yang beriman, jika diminta pendapatnya tentang isi Al-Quran, mereka akan mengatakan bahwa Al-Quran itu sesuatu yang harus diperhatikan kebenarannya untuk dicari hikmah yang ada di dalam setiap ayat atau setiap rangkaian ayat.

d. Adapun orang yang kafir terhadap Al-Qur’n akan menganggap remeh isi Al-Qur’an itu.

e. Banyak orang yang jika ia serius memahami isi Al-Qur’an, ia akan dibimbing oleh Allah untuk mendapatkan petunjuk darinya.

f. Adapun orang yang acuh tak acuh terhadap Al-Qur’an, ia akan tersesat dalam kehidupannya dan akan jauh dari kebenaran.

g. Orang yang sesat jalan hidupnya, karena tidak peduli dengan Al-Qur’an disebut orang fasiq.

h. Orang Fasiq adalah :

- Orang yang sudah mengucapkan syahadat, yaitu ia berjanji bahwa tuhannya hanyalah Allah, namun ia tidak serius dalam menuhankan Allah. Ia sering melanggar aturan Allah.

- Ia diminta oleh Allah untuk menyambungkan dirinya dengan Allah melalui Al-Quran, namun ia enggan untuk mempelajari isi Al Qur’an. Artinya ia memutuskan hubungan dengan Allah setelah syahadatnya

- Orang seperti ini pasti akan selalu melakukan kerusakan di lingkungannya.

Jadi menurut Allah, orang muslim yang baik adalah :

Orang yang setelah mengucapkan syahadat, ia harus mau secara terus menerus mempelajari isi Al-Quran agar dirinya terus tersambung dengan Allah. Ia meneguhkan syahadatnya dengan selalu belajar isi Al-Qur’an.

Selanjutnya, kita baru bisa menyambungkannya dengan QS ke 41 ayat 30, 31 dan 32

Allah mengingatkan, sesungguhnya orang-orang yg mengatakan Tuhan kami adalah Allah, artinya mereka bersyahadat, mengakui Allah sebagai Tuhannya satu-satunya. Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka dengan belajar Quran.

Maka saat Para malaikat turun hendak mencabut nyawa mereka, Mlaikat-malaikat itu akan Mengatakan : Jangan kamu merasa takut, jangan kamu merasa sedih. Gembirakanlah dirimu dengan memperoleh surga yang Allah janjikan padamu

Kamilah pelindung2mu. Baik di dunia maupun di akherat setelah ini. Dan kami akan menemanimu sampai kamu masuk ke dalam surga

====================≈======

13. Tanya :

Apakah memahami Al-Qur’an dituntut juga mengamalkannya ?

Jawaban :

Belajar Al-Quran itu ada tahapannya, Mari kita lihat surat 20 ayat 113

Allah itu aslinya nurunkan Qur'an pake bahasa Arab, seharusnya kita belajar bhs arab.

Jika tidak bisa bahasa Arab karena lingkungan tidak mendukug. Maka lihat tujuan Al-Qur’an diturunkan yaitu untuk memberikan petunjuk hidup kepada manusia. Untuk itu, jika tidak bisa bahasa Arab tempuhlah cara lain. Untuk mendapatkan petunjuk Al-Qur’an bisa dengan mempelajari tarjamahnya.

Kemudian Allah menjelaskan, saat seseorang memahami isi Al-Qur’an, Allah membantu orang itu dengan menyajikan Al-Qur’an yang isinya banyak yang di ulang-ulang oleh Allah agar pembaca lebih paham isi pelajarannya. Termasuk yang diulang adalah bentuk ancaman bagi yang tidak mau belajar Al-Qur’an. 

Kemudian Allah menjelaskan bahwa tujuan orang belajar Al-Quran yaitu agar bisa mengamalkannya (menunjukkan ketaqwaan). Namun, jika pelaksanaannya belum bisa, minimal Al-Qur’an yang dipelajari bisa menimbulkan pengajaran dari Allah kepadanya

===========================



Forum Kajian Ayat 

KAJIAN AYAT-AYAT AL-QUR'AN
SELAMA RAMADHAN
(HABIS SUBUH)
=====================
VIA ZOOM
👇
https://us06web.zoom.us/j/7016978126?pwd=VUgxdDZFeDB4ZXRQMEJRbHJ0cUZadz09
=====================
Jika anda belum berminat
Tolong bantu share ke sesama
(group atau japri)
Siapa tahu mereka ingin gabung

======================

Kajian Via Zoom Rutin  di link yang Sama

Selasa @13.00

Rabu @13.00 ( Khusus Wanita )

Jum'at @15.30

Sabtu @13.00

Ahad @02.30


MEETING ID : 701 697 8126

PASSCODE : cintaquran

Komentar

Postingan Populer