13 Ramadhan 1444 H

 13 Ramadhan 1444 H

==================

FKA Selasa 4 04 2023

Ust. H.M. Sholahuddin A.W 

==================

1. Tanya :

Saya mau tanya QS 1 : 6, Jalan yang dimaksud disini, apakah jalan yang menuju ke surga?

Jawaban :

Ya seperti itu

Tapi, alangkah baiknya jika Jalan itu adalah jalan yang ada di depan kita, yang kita mau melangkaah, jalan yang akan kita lalui sampai perjalanan hidup berakhir. Kita fokus disini agar dalam perjalanan hidup ini selalu mendapatkan nikmat (pemberian) dari Allah. Setelah itu biarlah Allah yang membimbing kita menuju surga-Nya.

Jadi yang kita butuhkan bukan surganya dulu. Justru yang terpenting Jalan yg kita butuhkan di dunia untuk sampai ke surga

Al Fatihah ini doanya bisa kita pakai untuk kepentingan kita di hari ini atau esok atau kapanpun.

Misal mau ke pasar, Saat Kita ucapkan ihdinasirotolmustakim. Kita arahkan untuk jalan ke pasar, Mudah-mudahan  di jalan menuju ke sana bisa bertemu dengan orang-orang yang bisa  menginspirasi kita apa yang harus kita lakukan saat di jalan, di pasar atau saat pulang dari pasar.. 

Semakin kita melibatkan Allah, insya-allahakan semakin baik.

=========================

2. Tanya :

Pada QS 2 : 23  terdapat Ayat : “Dan jika kamu meragukan Al Qur'an ...”. 

Ayat ini ditujukan kepada siapa ?

Jawaban :

Sejak awal ayat dari surat Al-Baqarah, Allah sudah menjelaskan kepada kita bahwa ada tiga golongan mereka yang merespon terhadap keberadaan kitab Al-Qur’an.

a. Ada yang taqwa, yang menerima secara penuh dan selalu mempelajari isi Al-Qur’an itu untuk berusaha mendapatkan petunjuk yang ada di dalamnya (ayat 2 – 5). Ciri ciri mereka adalah :

- Iman kepada yang ghoib (Allah.....) terus meningkat

- Solatnya semakin baik

- Infaqnya semakin berkualitas

- Percaya dengan apa yang diberikan kepada Rasulullah saw (Al-Qur’an, Hadis, Mu’jizat) dan Iman pada apa Allah turunkan pada para Rasul yang lain

- Percaya kepada hari akhir

b. Ada yang kafir, yang menolak 100 % isi Al-Qur’an (ayat 6 & 7)

c. Ada yang hanya beriman pada Allah dan hari akhir (artinya poin “a” di atas hanya di ambil yang awal dan akhir saja dari kelima aktifitas orang yang taqwa. Artinya mereka tidak mempelajari isi Al-Quran (walaupun ia paham isi al-Qur’an itu bagus untuk kehidupan manusia).( ayat 8 – 20)

Setelah Allah menjelaskan itu semua. Kemudian Allah meminta ketiga kelompok itu untuk menyempurnakan kesadarannya bahwa Al-Quran itu bukan pembebanan namun merupakan kasih sayang Allah pada mereka semua. Sebagaimana kasih sayang Allah menjadikan bumi sebagai tempat kehidupan dan menjadikan langit (atmosfir) sebagai penahan bahaya dari luar angkasa serta Allah menjadikan air yang merupakan sarana penting untuk kehidupan manusia. 

Allah mengharapkan semua sadar dan menambah kesadaran tentang kasih sayang Allah ini. Allah hanya meminta supaya jangan menyekutukan Allah. Jangan memakai buku selain Al-Qur’n. Jika kemudian ada yang ragu, maka mereka yang ragu ini diingatkan dengan firman-Nya di ayat 22 dan seterusnya. 

================

3. Tanya :

Beberapa kali ustadz menjelaskan, tidak perlu memikirkan akherat karena kita akan menjadi tamu Allah disana. Pasti kita akan dijamu dengan baik. Maka kita harus betul betul memahami isi Al-Quran untuk kita bisa melakukan apa mau Allah terhadap kita di dunia ini.  Dari penjelasan ustadz ini, saya bisa merasakan bahwa akherat itu adalah hasil dari perbuatan kita di dunia. Fokusnya hidup di dunia ini perlu sesuai dengan apa maunya Allah yg ada di Al Qur’a. Akhirat adalah buah dari itu.

Artinya, kalau mau belajar Al-Qur”an, semua yang ada di dunia itu bisa mendidik kita untuk menjadi baik. Setiap kita melihat situasi, kita selalu berpikir posolitif yang menjadikan kita  bisa menuju kebaikan juga mendidik kita untuk memahami bagaimana kita menjalankan hidup sesuai maunya Allah.

Jawaban:

Ya betul

=================

4. Tanya :

Kaitannya dg pembacaan Al Fatihah di dalam sholat. Saat imam membaca Al-fatihah kita mendengarkan lalu setelah imam selesai. Baru kita melafalkan sendiri. Apakah begitu ?

Sebab ada pernyataan dari hadis bahwa kita tidak boleh meninggalkan Al Fatihah harus dilafalkan

Jawaban :

Jika ingin jawaban dari pertanyaan ini. Kita perlu belajar lebih banyak. Silakan sediakan waktu kita buka ayat dan hadis yang berkaitan dengan itu. Kita harus belajar perbedaan pendapat para ulama tentang itu. Sehingga saat kita memilih antara cukup mengikuti bacaan imam atau harus membaca sendiri itu mempunyai dasar yang kuat. Saya tidak bisa menjawabnya langsung. 

Saran saya, sebelum diskusi di atas dijalankan. Kita pakai saja pendapat yang selama ini kita yakini.

================

5. Tanya :

Bagaimana memahami ayat 4 dari surat Al-Fatihah ? “Pemilik Hari Pembalasan” 

Penjelasan hari pembalasan dalam tafsir banyak sekali. Bagaimana kita menerapkan pemahaman ini saat membaca ayat itu ?

Jawaban :

Saat membaca ayat-ayat dari surat Al-Fatihah ini, saran saya jangan mengartikan terlalu jauh. Nanti kita akan kebingungan sendiri.

Sederhana saja saat membaca Al Fatihah yang kita baca sebagai doa.

Dimulai dari pernyataan kita bahwa kita memulai doa ini dengan nama Allah yang Pengasih Penyayang.

Lalu kita nyatakan bahwa Segala pujian itu hanya untuk Allah yang :

- Menjadi penguasa alam

- Yang Pengasih dan Penyayang

- Yang menjadi Penguasa Hari Pembalasan.

Sudah begitu saja. Sehingga saat kita meminta pada ayat  6 dan 7, kita juga fokus pada permintaan kita sesuai dengan teks ayat.

======================

6. Tanya :

Mohon penjelasan orang-orang yang diberi nikmat di ayat 7 surat Al-Fatihah

Bagaimana bayangan kita terhadap diri mereka sekarang ini ?

Jawaban :

Orang-orang yang diberi nikmat itu akan kita dapatkan penjelasan dari Allah di QS. 4 ayat 69

Mereka itu adalah : 

- Para Nabi, 

- Shiddiqin (orang yang percaya kepada Nabi saat Nabi berdakwah), 

- Orang-orang yang mati syahid dan 

- Orang-orang Soleh

Menurut Allah, mereka itu adalah sebaik-baik teman.

Secara konkret kita tidak bertemu dengan Nabi dan Para Sahabat atau orang-orang yang mati syahid. Yang insya-allah kita bisa temui adalah orang-orang soleh. Namun saat kita mau banyak membaca isi Al-Qur’an dan penjelasan di dalam hadis, kita akan menemukan sifat-sifat mereka dan sepak terjang mereka sehingga kita bisa meniru mereka. 

Maka di saat Ramadhan ini, mari kita serius belajar isi Al-Qur’an. Mengapa ?

Ramadhan adalah satu satunya momen kita dalam kondisi ibadah yaitu puasa yang tidak hanya berlangsung satu menit atau satu jam namun kita melakukannya sekitar 13 jam sehari. Sungguh kondisi puasa itu membuat jiwa kita bersih untuk mudah dimasuki isi ayat-ayat Al-Quran.

Yang menakjubkan lagi. Kita berpuasa tidak hanya satu hari namun berkesinambungan selama satu bulan. Maka tidak heran Allah berfirman pada QS 2 ayat 185 : bahwa Ramadhan adalah masa dimana Al-Quran akan mudah turun ke hati tiap mukmin. Saat Ramadhan, jika seorang mukmin mau mempelajari Al-Qur’an, maka yang akan didapatkan dari Al-Qur’an adalah :

a. Petunjuk

b. Penjelasan-penjelasan dari petunjuk, dan

c. Furqon (Hati yang peka terhadap apapun yang terjadi di sekitar)

======================

7. Tanya:

Saya berharap dengan mempelajari isi Al-Qur’an saya bisa mendapatkan keteladanan dari mereka yang Allah ceritakan dalam Al-Qur’an sehingga saya bisa meniru mereka. Mudahkah ? 

Saya harus bisa Mencari makna dari  kisah-kisah itu yg harus saya terapkan dalam kehidupan di dunia ini supaya kita selamat

Jawaban :

Sangat betul sekali. Insya-allah itu mudah. Saran saya, mulailah dari belajar ayat-ayat yang ada di Surat ke 12 yaitu Surat Yusuf.

Nabi Yusuf saat didatangi anak-anaknya dan mereka mengatakan bahwa yusuf, anak kesayangan beliau telah dimakan serigala dan mereka menunjukkan darah yusuf yang masih melekat di baju yusuf yang koyak. Nabi Ya’qub hanya bisa mengatakan Fa-shobrun Jamiil (Sabar adalah yang terbaik). Mengapa Nabi Ya’qub bisa sesabar itu. Kita bisa membaca surat Yusuf dengan perlahan-lahan.

Insya-allah kita akan dapatkan pelajaran sabar dari Allah di kisah atau pelajaran di ayat-ayat yang lain pada surat yang lain. Kita akan rasakan bahwa pengertian sabar dari ayat Al-Qura’an antara lain :

a. menekan emosi ketika kejadian menyusahkan itu muncul.

b. Siap untuk menyelesaikan masalah yang muncul itu.

Lebih kongkrit lagi, kita bisa telaah tentang sabar saat membaca QS. 3 ayat 159 :

Seakan Allah berfirman pada kita : Kamu punya masalah ? Aku beritahu :

a. Jika kau ingin masalahmu selesai, jika kamu ingin menyelesaikan masalahmu dengan tndakanmu yang bijaksana (lemah-lembut) hingga selesai dengan memuaskan. Raihlah Rahmat-Ku.

b. Rahmat Allah itu akan bisa diraih dengan cara :

1) Saat masalah datang, kita harus mampu menahan emosi kita. Jangan marah sedikitpun.

2) Lalu harus berusaha memaafkan (apapaun atau siapapun) yang terlibat dalam masalah itu

3) Harus bisa memintakan ampunan kepada Allah untuk orang yang terlibat.

c. Jika kita mampu maka selanjutnya Allah meminta kita :

1) Untuk menggunakan akal kita dengan cara mengajak musyawarah orang yang bisa membantu kita menyelesaikan masalah itu

2) Kita harus berusaha mencari akar masalah, kemudian mencari jalan keluar

3) Jika jalan keluar sudah didapatkan. Maka Allah meminta untuk dilaksanakan

d. Saat sudah berusaha menjalankan jalan keluar itu, maka sifat tawakkal kepada Allah harus dimunculkan

e. Insya-allah, Rahmat Allah itu akan turun. Jika Rahmat Allah itu beupa pengetahun bahwa jalan keluar yng dilakukan salah. Maka segera bersyukur pada Allah dan segera lakukan menjalankan jalan keluar yang lain. Begitu seterusnya.

-------------------------

Itulah sabar yang Allah jabarkan dalam Al-Quran yaitu :

a. menekan emosi ketika kejadian menyusahkan itu muncul.

b. Siap untuk menyelesaikan masalah yang muncul itu.

Bagaimana cara menekan emosi saat masalah muncul ?

a. Silakan baca surat 20 ayat 130, Allah meminta untuk banyak bertasbih :

- Setelah subuh

- Saat istirahat siang

- Sebelum matahari tenggelam

- Saat akan tidur

b. Silakan baca surat 2 ayat 45 dan 46, Allah meminta untuk memunculkan sifat sabar (penekanan emosi) lewat sholat khusyu’ :

- Selalu berusaha saat sholat bisa merasakan kehadiran Allah sehingga tidak tergesa-gesa saat sholat. Tidak terges-gesa untuk selesai

- Berusaha bertemu dengan Allah juga di sholat berikutnya

===============

8. Tanya :

Pada QS 2 : 25, Allah memberi gambaran Surga pada kita, gambaran sedemikian rupa supaya manusia yang punya keterbatasan pemikiran bisa menggambarkan surga itu seperti itu. Sederhana. Allah sudah Maha Tahu kadar kemampuan manusia berpikir tentang keindahan.

Inilah rizki yang diberikan  kepada kamu dahulu, diberi juga buah-buahan yg serupa

Apakah sama seperti di dunia?

Jawaban :

Jika kita menyatukan berita surga dengan hadis Nabi. Maka apa yang diterima di surga, ada yang sama dengn yang diterima di dunia tapi lebih nikmat. Buah pisang di surga. Sama bentuk pisangnya namun rasanya lebih nikmat

================



Forum Kajian Ayat 

KAJIAN AYAT-AYAT AL-QUR'AN
SELAMA RAMADHAN
(HABIS SUBUH)
=====================
VIA ZOOM
👇
https://us06web.zoom.us/j/7016978126?pwd=VUgxdDZFeDB4ZXRQMEJRbHJ0cUZadz09
=====================
Jika anda belum berminat
Tolong bantu share ke sesama
(group atau japri)
Siapa tahu mereka ingin gabung

======================

Kajian Via Zoom Rutin  di link yang Sama

Selasa @13.00

Rabu @13.00 ( Khusus Wanita )

Jum'at @15.30

Sabtu @13.00

Ahad @02.30


MEETING ID : 701 697 8126

PASSCODE : cintaquran

Komentar

Postingan Populer