15 Ramadhan 1444 H

 15 Ramadhan 1444 H

==================

FKA Kamis 6 04 2023

Ust. H.M. Sholahuddin A.W 

========================

1. Mari kita mengingat kembali surat Al Fatihah dan awal surat Al-Baqarah

Pada surat Al Fatihah, Allah membimbing kita agar kita menyadari bahwa dalam kehidupan ini kita membutuhkan petunjuk dari Allah untuk melalui jalan menuju masa depan kita.

Kita diajak untuk mengucapkan kata “Ihdi..” yang artinya berilah HUDAN atau berilah PETUNJUK.

Selengkapnya kita ucapkan : Ihdinash-Shiroothol-Mustaqiim yang artinya Berilah kami petunjuk ke jalan yang lurus (jalan yang lebih cepat sampai ke tujuan).

Ketika meminta jalan itu, kita diarahkan kearah jalan orang2 yg diberi nikmat. Kita bertemu dengan mereka. Kita belajar dengan mereka dan kita bisa sinergi dengan mereka untuk akhirnya kita bisa menjadi seperti mereka. Menjadi orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah (mun’am)

Agar sampai ke tujuan itu. Allah meminta kita untuk menyadari bahwa petunjuk yang kita minta itu ada di dalam Al-Qur’an. Hanya dengan mempelajari semua isinya yang berjumlah 6.236 ayat kita akan mendapatkan petunjuk untuk menjadi orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah.

Syarat untuk serius mempelajari ayat-ayat Allah, Allah mengingatkan, jadilah orang yang bertaqwa yang tidak ragu terhadap semua isi Al-Qur’an.

Siapa saja yang tidak ragu terhadap semua isi Al-Qur’an lalu ia mempelajari sedikit demi sedikit semua isinya, maka :

a. Imannya pada yang ghoib (terutama Allh)  akan terus meningkat.

b. Solatnya akan lebih baik

c. Infaqnya akan semakin berkualitas

d. Iman pada apa yang Allah turunkan pada Nabi Muhammad yaitu Al-Qur’an akan semakin bertambah. Termasuk imannya pada apa yang Allah turunkan pada Rasul-Rasul yang dulu

e. Imannya kepada Hari akhir juga semakin bagus

Inilah kelompok pertama. Kelompok yang akan selalu mendapatkan petunjuk dari Al-Qur’an dan inilah kelompok yang beruntung dalam hidupnya (QS. 2 : 5).

=======================

2. Adapun berikutnya. Allah memberitahukan tentang kelompok kedua (QS 2 : 6). Yaitu kelompok yang kafir (tidak percaya sama sekali) terhadap Al-Qur’an.

Orang muslim yang tidak peduli dengan semua isi Al-Qur’an, maka sistem Allah akan berlaku padanya. Secara otomatis, hatinya, pandangannya dan pendengarannya akan tertutup dari kebenaran.

Ibarat seseorang yang membutuhkan penerangan untuk membaca buku. Saat tiba-tiba, di tengah-tengah ia membutuhkan lampu itu) lampu itu padam, maka secara otomatis ia tak bisa membaca buku yang ada di depannya. Seperti itulah sistem Allah.

=========================

3. Adapun Kelompok 3 (QS 2 : ayat 8 da 9 dst) adalah kelompok yang unik. Mereka dengan percaya dirinya mengatakan termasuk orang yang beriman dengan hanya mengatakan : “Kami telah beriman kepada Allah dan Hari Akhir”

Mereka lupa, bahwa Ciri orang-orang yang beriman kepada Allah yang sesungguhnya adalah mereka yang  yang belajar isi Al-Qur’an dan ciri utama mereka  terlihat di ayat 3 dan 4 Surat Al-Baqarah :

a. Iman pada yang ghoib (terutama Allah) .

b. Solat

c. Infaq

d. Iman pada apa yang Allah turunkan pada Nabi Muhammad yaitu Al-Qur’an dan pada apa yang Allah turunkan pada Rasul-Rasul yang dulu

e. Iman kepada Hari akhir 

dengan percaya diri mereka mengatakan hanya berprinsip pada poin “a” dan “e”

--------------------------------------

4. Selanjutnya pada QS 2 Ayat 21, Allah memanggil mereka semua :

Hai kamu semua, ayolah ikuti Aku, tunduklah padaKu, pake Quran ini ! Aku minta kau ikuti QuranKu

karena Aku yang menciptakanmu dan  orang-orang sebelum kamu.

Rasakanlah rasa sayang-Ku padamu. Aku ciptakan bumi sebagai tempat tinggalmu. Aku ciptakan langit untuk melidungimu dari batu-batu meteor dan Aku turunkan air untuk kesejahteraan hidupmu

Aku berpesan satu saja, Jangan engkau pakai pedoman selain Quran. Jangan sekutukan Aku. Jangan pakai ilmu dunia untuk pedoman hidupmu.

==========

5. Mudah2an kita termasuk golongan yang pertama. Golongan yang serius belajar isi Quran dan belajar di rumah.

Untuk para pemula yang ingin memulai belajar isi Al-Qur’an. Belajarlah dari Surat Yusuf (QS. 12)

Segeralah berlatih dari surat Yusuf ini. Cermati ayat demi ayat dan ajak teman untuk berdiskusi tentang ayat ayat yang sudah dibaca.

===============

6. Tanya :

Ustadz saya ingin bertanya Surat Al Fatihah Ayat 6

Tunjukanlah kami jalan yg lurus, bagaimana jika saat memohon pada Allah pada ayat ini

misal nanti saya ingin ketika saya meninggal, diadili, Allah memilih saya masuk Surga.

Saya berjalan di jalan yg benar2 lurus menuju ke Surga. Kalo di dunia, saya benar2 menjalankan agama Allah. 

--------------

Jawaban :

Silakan membayangkan jalan yang kita minta itu terus lurus ke depan sampai masuk ke surga. Namun, jangan terlalu membayangkan setelah kematian. Seriuslah  doa ini untuk keadaan kita di dunia.

Mari belajar melihat jalan di depan kita sampai kita mati. Bagimana kita atur hidup ini dengan mempelajari isi Al-Qur’an sedikit demi sedikit. Mudah-mudahan kita bisa wafat seperti pemuda yang diceritakan oleh Allah di surat Yasin. Wafat tanpa merasakan dan begitu membuka mata sudah berada didepan pintu surga.

Jadi bagaimana perjalanan hidup kita ini dari sekarang 1 langkah, 1000 langkah kedepan sampai meninggal tetap dijalur Allah.

=================

7. Tanya :

Saya mau menanyakan Bedanya sesat dan dimurkai

Jawaban :

dimurkai : sudah tahu tapi melakukan yg berbeda

sesat : Tidak punya ilmunya, Tidak paham tetapi tetap saja melakukan.

========

8. Tanya :

Pada QS 41:30 , saat kita menjelang wafat, malaikat datang mengatakan jangan takut ya ustadz?

----------------

Jawaban :

Malaikat datang dengan baik-baik dan menghibur kita  semua . Hal itu Sebagai tanda bahwa saat kita di dunia ini, kita telah serius mengikuti aturan Allah

Mari kita terus mempelajari isi Al-Qur’an. Perihal kematian tidak usah dipikir, biar Allah yg ngatur.

Jangan takut mati. Syaratnya terus saja merasakan Allah bicara pd kita lewat ayat-ayat yang kita baca dan kita pahami isinya.

=========

9. Tanya :

Saya ingin bertanya tentang nikmat yang ada di ayat 7 pada surat Al-Fatihah. apakah termasuk oksigen, air hujan itu, yang kita rasakan di bumi?

Jawaban :

Yang kita minta di Fatihah itu bukan yg sudah diberikan. Orang yang kafir di dunia ini dan ia tidak mau tahu tentang Allah. Tidak usah minta nikmat sinar atau oksigen, dikasih bukan? Ya tetap diberi, Nikmat yang gratis/ pemberian yg gratis, udara atmosfer.

Saat kita baca ayat 6 dan 7. Kita berusaha untuk melalui jalan yang dilalui oleh orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah. Allah akan memberi kita pemberian (nikmat) yang kita butuhkan di dunia ini yang akan bermanfaat untuk akherat kita.

Sambil minta jalan itu, jangan lupa terus saja mempelajari isi Al-Qur’an dan minta dipertemukan oleh Allah dengan orang-orang yang akan mengembangkan kepahaman kita tentang isi Al-Qur’an itu.

Terutama belajar isi Al-Qur’an di bulan Ramadhan ini. Karena Allah menjelaskan pada QS 2:185

Bulan Ramadhan itu bulan turunnya Al Quran. Bulan turunnya Al-Qur’an ke hati kita. Saat Ramadhan kita semua berpuasa dan melakukan banyak hal-hal yang sunnah. Maka hati kita menjadi lebih bersih dari hari-hari selain Ramadhan.

Saat kita belajar isi Al-Quran di waktu Ramadhan apa yg didapatkan?

a. Petunjuk Quran.

Gara2 puasa di ramadhan. maka akan mudah bagi kita mendapatkan petunjuk dari Al-Qur’an. Hal itu karena jiwa bersih, dengan puasa yang lama.

b. Penjelasan-Penjelasan dari Petunjuk 

Allah akan membukakan hati kita untuk mendapatkan penjelasan-penjelasan dri petunjuk itu juga dari Al-Qur’an itu sendiri.

c. Furqon (Hati yang peka untuk mendeteksi hal-hal  yang baik dn buruk)

Saat kita terus memahami isi Al-Quran pada bulan Ramadhan, setelah kita merasakan banyak ilmu (petunjuk) yang kita dapatkan. Lalu kita mendapatkan banyak penjelasan tentang petunjuk itu. Maka Insya-allah Jiwa kita lebih peka untuk menilai mana yang baik dan mana yang buruk yang ada di sekeling kita.

==========================

10. Tanya :

Ustadz saya mau bertanya kembali tentang Nikmat

Nikmat yg diberi Allah, Apakah dengan  mempelajari Quran ada rasa tentram atau rasa senang ?

==============

Jawaban :

Kita melakukan apa saja baik itu ibadah atau pekerjaan dunia, termasuk membaca Al-Qur’an, sebaiknya ,tujuannya jangan ketentraman atu kesenangan. Karena hal itu hanya akibat saja.

Kalau dari awal hanya mencari kesenangan, kita akan mudah stress. Karena apa yang kita temui di dunia ini  tidak semua nyaman dipandang dan didengar serta tidak semua nyaman dirasa. Hal itu akan terus kita temui selama kita masih hidup.

Untuk mendaptkan ketentraman Hidup, harus melewati proses. Dimana kesulitan-kesulitan hidup akan selalu kita temui. Terus saja belajar bagaimana cara hidup yang baik menurut Al-Qur’an. Insya-allah, Allah akan bantu.

Ada anak waktu kecil hidup dg ortu kaya. Tidur di ruangan ber ac. Ada pembantu rumah-tangga, Tidak pernah mencuci. Apa-apa disediakan. Keluar rumah naik mobil ac. Ruang sekolah ber ac.

Saat memasuki usia SMP ortunya wafat dan hartanya lenyap.

Apa yang kemudian terjadi dengan anak itu ? Kaget. Kesulitan hidup ia dapatkan. Ia harus berusaha hidup tanpa fasilitas yang mewah tentu berat baginya.

Maka orientasi hidup jangan cari seneng.

==============

11. Tanya :

Ketika mau berdagang. Untuk mencapai kesuksesan. Bisakah memakai doa Al-Fatihah ?

Jawaban :

Mari belajar lewat proses. Al Fatihah itu permohonan kita kepada Allah, agar diberi langkah dan jalan yang tepat untuk mencpai tujuan kita baik belajar, berdagang, menjadi pegawai dll. Tapi jangan mimpi dengan Al-Fatihah saja bisa diarahkan kepada kesuksesan berdagang.Tapi sejauh mana kita belajar isi Quran sehingga kita mampu mendapatkan prinsip hidup untuk kita pegang dalam berdagang itu dan kita lebih paham mana orang yang diberi nikmat oleh Allah yang akan membantu kita dalam kesuksesan dagang kita.

Contoh dari prinsip-prinsip dari Al-Qur’an yang harus kita pegang dengan kuat untuk mencapai kesuksesan berusaha :

a. Al Amaidah (QS. 5) ayat 8.

Jika tidak suka dengan seseorang, janganlah ketidak sukaan itu membuat kita berlaku tidak adil. Jangan pernah mengambil keputusan saat kita sedang emosi. Tenangkan diri dulu.

b. Al Balad

Dalam kehidupan di dunia :

- kamu akan banyak mengalami masalah dengan tempat kau tinggal. Maka telitilah masalah-masalah yang muncul di lingkunganmu

- kamu akan banyak mengalami masalah dengan perkembangan yang ada dalam dirimu. Maka kenalilah dirimu.

- Kamu akan banyak mengalami masalah Rumah Tangga. Banyaklah belajar dari pengalaman orang lain berumah-tangga

-----------------

Jika kamu benar-benar ingin berusaha menyelesaikan masalah-masalah yang muncul maka :

a. cobalah latihan dari awal untuk punya jiwa susah payah. Jiwa mau susah payah itu akan menjadikan kita manusia yang terampil.

b. Mau memanfaatkan dua mata untuk banyak membaca sehingga  kepandaian bertambah.

c. Mau menggerakkan lidah dan dua bibir untuk bertukar pendapat, mau berdiskusi dengan sesama

ketika ketiga hal ini kita lakukan, itulah dasar utuk menyelesaikan masalah, yaitu :

- Ketrampilan

- Ilmu pengetahuan, dan

- Jaringan, pertemanan, 

barulah Allah akan bantu.  Jadi jangan bermimpi degan ucapan “ihdina berdoa saja” Allah akan membantu. Mari terus bergerak untuk mempelajari isi Al-Qur’an.

==============

12. Tanya :

Flashback ketika masih dipesantren, ada ustad bilang , Al Fatihah itu inti Al-Quran itu sendiri.

Kenapa Al Fatihah jadi surat yang merangkum al Quran itu sendiri?

Jawaban :

Ada baiknya kita teliti kembali pernyataan itu.Yang saya maksud, jangan sampai nanti Al Fatihah dijadikan jimat untuk meraih kesenangan dunia karena cukup baca Al-Fatihah seluruh isi Al-Qur’an bisa diraih.

Bisa dipahami mengapa ada ulama yang menyatakan bahwa isi Al-Qur’an tersimpulkan pada apa yang tertulis di surat Al-Fatihah

- Bismillahirohmaanirohim

Al-Qur’an berisi dorongan kita untuk menyatukan hati dengan Allah yang Rohman dan Rohim sehingga kita selalu bertindak dengan memakai nama-Nya

- Pujian untuk Tuhan semesta Alam

Al-Qur’an juga banyak bercerita tentang isi Alam ini yang merupakan ciptaan-Nya

- Arrohman dan Arrohim

Rohman dan Rohim Allah banyak diceritakan dalam Al-Quran, baik untuk seluruh manusia, atau yang ditujukan kepada mereka yang tunduk pada-Nya dan kasih sayang yang ditujukan kepada semua makhluk-Nya.

- Penguasa Hari Pembalasan

Al-Qur’an menjelaskan juga tentang Hari Akhir yang menjadi hari pertnggung-jawaban makhluk kepada khaliq mereka. Pembalasan terhadap semua perbuatan akan terlihat di akherat ini.

- Penyerahan diri seseorang pada Tuhan-Nya

Hal ini banyak dibicarakan di dalam Al-Qur’an. Risalah atau pengajaran yang disampikan Rasulullah kepada umat adalah upaya para Rasul untuk membantu semua manusia tunduk kepada Tuhan mereka.

- Harapan untuk mencapai tujuan hidup dengan lebih cepat

Isi Al-Qur’an antara lain menghantarkan manusia agar peduli dengan apa yang Allah tunjukkan. Al-Qur’an sebagai hudan semestinya dapat membantu manusia untuk menyerahkan dirinya dalam hidup ini kepada Tuhannya.

- Cerita tentang tiga golongan manusia yang banyak diceritakan di dalam Al-Qur’an

Inilah yang banyak ulama menjelaskan bahwa Surat Al Fatihah adalah miniatur Al-Qur’an.

Saran saya. Mari kita terus belajar jangan terlena dengan banyak pendapat.Teruslah belajar Al-Qur’an untuk mendapatkan petunjuk dari-Nya

=======================

13. Tanya :

Saat membaca baca al-Fatihah perlukah kita sertakan orang lain untuk kita doakan ?

Jawaban :

“ihdina” artinya : ya Allah ihdina ....(berilah kami petunjuk) bukan “berilah saya ...”.

Jadi, sebaiknya sertakan banyak orang. Jika yang kita minta jalan ke surga, maka sertakan juga yang sudah wafat agar bisa masuk surga. Kita berdoa untuk siapapun agar mereka mendapatkan petunjuk ke arah tujuan mereka masing-masing.

Alangkah baiknya tidak mengirimkan pahala al Fatihah untuk orang lain. Karena dari sisi makna ayat-ayat Al-Fatihah hanya perlu menyertakan orang-orang yang akan kita doakan.

==================

14. Tanya :

Jika kita melihat surat An Naba ayat 10, yang berbunyi : “dan Kami jadikan malam sebagai pakaian”

Apa arti malam sebagai pakaian?

Jawaban :

Coba kita lihat di google, apa arti libasun : pakaian, jubah, gaun, jas, baju, apapun yg fungsinya untuk menutup badan kita.

Apa yang kita rasakan saat kita berpakaian ? “tertutup, hangat, menutup aurat, jadi lebih tenang.”. Silakan kita berdiskusi sendiri dengan teman-teman dekat kita. Mengapa Allah mengibaratkan malam dengan pakaian.

Tanya lanjutan :

Masalahnya ada yang mengatakan jika di ruangan yang gelap nggak papa jika solat tanpa menutup aurat. Katanya nggak berpakaian nggak papa , karena sudah gelap, apa betul ?

Jawaban :

Guyoni dengan jawaban bercanda. Sampaikan kalo nyaman seprti itu silakan, artinya anda kreatip. Hanya apakah anda tidak sadar bahwa saat aurat anda terbuka, ada makhluk seperti cecak, semut dan lainnya melihat anda. Apa anda nggak malu ?

==============


Forum Kajian Ayat 

KAJIAN AYAT-AYAT AL-QUR'AN
SELAMA RAMADHAN
(HABIS SUBUH)
=====================
VIA ZOOM
👇
https://us06web.zoom.us/j/7016978126?pwd=VUgxdDZFeDB4ZXRQMEJRbHJ0cUZadz09
=====================
Jika anda belum berminat
Tolong bantu share ke sesama
(group atau japri)
Siapa tahu mereka ingin gabung

======================

Kajian Via Zoom Rutin  di link yang Sama

Selasa @13.00

Rabu @13.00 ( Khusus Wanita )

Jum'at @15.30

Sabtu @13.00

Ahad @02.30


MEETING ID : 701 697 8126

PASSCODE : cintaquran


#forumkajianayat #pemburupetunjuk


Komentar

Postingan Populer