16 Ramadhan 1444 H

16 Ramadhan 1444 H

==================

FKA Jum'at 7 04 2023

Ust. H.M. Sholahuddin A.W 

==================

1. Kita masih berada di bulan Ramadhan. Bulan dimana kita melakukan ibadah yang jangka waktunya panjang sekali. Dalam satu hari kita berpuasa sekitar 13 jam. Jiwa kita dibuat bersih oleh puasa yang kita lakukan itu. Kebersihan jiwa inilah merupakan modal unuk memahami isi Al-Qur’an. Allah berfirman di surat Al Baqoroh ayat 185 bahwa Bulan Ramadhan itu adalah bulan diturunkannya Quran , bisa dimaknai bahwa Ramadhan itu adalah sebuah momen turunnya Al-Qur'an ke hati kita.

Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa saat kita mempelajari Al-Qur’an di bulan Ramadhan, maka kita akan mudah mendapatkan  Petunjuk (Hudan) yang ada di dalamnya. Bahkan saat kita terus mempelajarinya, kita akan mendapati adanya Penjelasan (Bayinat) dari petunjuk itu. Seterusnya jika kita terus mempelajarinya hati kita akan memperoleh adanya Pembeda (Furqon) yaitu kepekaan membedakan mana yang baik mana yang  buruk. 

Saat kita melewati hari-hari selain Ramadhan. Hati kita tidak sebersih seperti saat kita berada di Ramadhan. Kita akan mengalami sedikit kesulitan dalam konsentrasi terhadap ayat. Tapi dengan suasana yang muncul di Ramadhan. Dimana kita puasa bersama, hati kita jadi lebih sempurna , hati kita lebih bersih, Quran yg kita pelajari akan muncul darinya Petunjuk, dan Penjelasan dari petunjuk, kemudian datang Furqon sehingga kita bisa mendeteksi mana baik dan buruk. Mari kita dorong diri kita untuk belajar Quran dirumah masing-masing.

Jangan menjadikan pengajian menjadi penopang utama dalam kita menambah pemahaman isi Al-Qur’an. Namun, kita jadikan pengajian sebagai penambah kepahaman dari ayat-ayat yang kita pahami dirumah. Di forum pengajian, kita jadikan forum itu sebagai sarana agar kita bisa sinergi dengan teman-teman yang lain. Bersinergi lewat diskusi dengan teman-teman yang lain.

==============


2. QS Al Fatihah

Marilah kita lebih sadari bahwa kita telah diberi doa oleh Allah dengan doa yang membuat kita lebih percaya kepada Allah. Bahwa Dia-lah satu satunya zat yang akan menolong kita dan pasti menolong kita dalam kehidupan ini dan dalam kehidupan di akherat kelak.

Kita diajak oleh-Nya untuk terus dan sering berdoa dan memohon kepada : “Tunjukilah kami jalan yang lurus". Jalan yang akan lewati saat kita berada di dunia ini. Jalan dimana jika kita mengikuti kehendaknya, kita akan dibimbing-Nya saat kita sakaratul maut dan akan dibimbingnya kita menuju surga-Nya. 

Maka kita tak perlu banyak memikirkan akherat. Namun, bagaimana kita terus serius untuk mengikuti kehendak Allah yang ada di dalam Al-Qur’an untuk kepentingan dunia kita agar selalu sejalan dengan yang dikehendaki-Nya

Saat membaca surat Al-Fatihah, kita harus lebih serius mengucapkan : Iyyaaka na’budu..........”

"Ya Allah saya serius, saya selalu patuh pada-Mu, saya serahkan diri pada-Mu, saya mengikuti apapun yg Kau inginkan. Maka saat ini saya minta pada-Mu”

Kita minta “ihdina ...” Kita minta hudan (petunjuk) agar Dia membimbing kita ke jalan yang Dia kehendaki.

Alhamdulillah, saat kita membaca Awal surat Al-Baqarah Dia memberitahu kita bahwa petunjuk hidup yang kita selalu minta itu ada dan terdapat di dalam kitab Al-Qur’an yang berjumlah 6.236 ayat.

Selanjutnya pada awal surat Al Baqarah itu, Allah membukakan mata kita, Kita diberitahu oleh-Nya bahwa saat Al-Qur’an diberikan oleh-Nya kepada manusia, akan muncul tiga golongan yang merespon Al-Qur’an itu :

a. Orang yg takwa, orang yang mau pelajari Quran.

b. Orang yang Kafir terhadap Al-Qur’an

c. Orang yang hanya mengatakan Al-Qur’an itu baik, namun ia tak mau mempelajari Al-Qur’an dengan serius.

Selanjutnya pada ayat 21, Allah berfirman kepada mereka : “Ayo kamu semua. Tunduklah pada-Ku. Jadilah hamba-Ku yang mau mengikuti keinginan-Ku. Pakailah Al-Qur’an ini sebagai petunjuk hidupmu. Aku hanya berpesn satu saja. Jangan sekutukan Aku. Jangan kau pakai buku petunjuk apapun selain Al-Quran-Ku.

===================================

3. Saat ayat-ayat Al-Qur’an kita pelajari, kita akan terus dibimbing oleh-Nya melalui ayat-ayat itu. Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat ke-  45 dan 56 Allah menhingatkan kita tentang perlunya kita memupuk sifat sabar dalam diri kita.

Pada ayat tersebut kita diingatkan oleh-Nya bahwa :

a. Dalam hidup ini, manusia harus selalu mengupayakan dirinya untuk mampu menyelesaikan masalah dirinya. Kualitas diri harus ditingkatkan untuk menghadapi masalah yang muncul. Seperti : 

- sifat Kabad (mau bersusah payah), 

- mau banyak membaca agar pengetahuan akan selalu bertambah dan 

- mau bekerjasama dengan orang lain (berdiskusi tentang banyak hal, saling membantu dll).

Dalam hal saling membantu ini, Allah sadarkan kita, bahwa saat kita meminta bantuan kepada pihak lain hendaklah kita tumbuhkan sifat sabar. Sebab kita tak mungkin menyetir orang lain seperti yang kita inginan karena mereka juga punya kepentingan sendiri. Termasuk minta tolong kepada Allah, juga harus mempunyai sifat sabar.

b. Sifat sabar dibutuhkan, karena kita bukan tukang sihir yang bisa merubah sesuatu dengan sekejap mata. Tentu sifat sabar itu amat sulit memunculkannya jika tidaklewat latihan.

c. Pada ayat 45 ini, Allah menjelaskan. Jika ingin memiliki sifat sabar, maka kita perlu belajar lewat solat. Lewat ayat ini Allah menjelaskan hanya solatlah satu-satunya cara untuk memunculkan sifat sabar.

d. Pada ayat ini pula Allah menjelaskan bahwa solat yang mampu memunculkan sifat sabar pada diri pelaku solat adalah solat yang dikerjakan secara khusyu’.

e. Pada ayat 46, Allah memberikan penjelasan tentang solat khusyu’, yaitu :

- Pelaku solat itu harus sadar, saat solat ia sedang menghadap Allah. Sehingga ia melakukan solat itu dengan lambat dan berusaha untuk memperlambat bacaan yang sedang ia lafazkan (cara ini akan membuat para pelaku solat tidak ingin segera menyelesaikan solatnya. Ia akan tenang saat solat itu karena ia sadar ia sedang menghadap Allah.

- Kemudian Allah menjelaskan, bahwa solat khusyu’ yang hanya sekali dilakukan tak mungkin bisa mendatangkan sifat sabar yang berkualitas. Maka lanjutan ayat menjelaskan, bahwa pelaku solat khusyu’ ini harus ada keinginan untuk bertemu dengan Allah di solat berikutnya.

==============

4. *Tanya :*

Pada surat Al-Baqarah ayat 36, Allah menjelaskan bahwa Iblis dianggap kafir karena tidak mau tunduk kepada Adam. Mengapa Allah marah kepada Iblis ? Bukankah perintah tunduk itu hanya ditujukan kepada para malaikat ? 

*Jawaban :*

Para Ulama Tafsir membantu kita agar kita tidak bertanya-tanya. Saat bumi ini belum sebagus sekarang. Yaitu saat bumi masih dalam kondisi panas karena merupakan pecahan dari ledakan alam semesta. Bumi ini dihuni oleh para jin. Karena jin memng terbut dari api.

Saat itu ada satu jin yang nanti disebut sebagai Iblis yag ibadahnya bagus. Lalu ia minta kepada Allah, agar ia boleh bergabung dengan rombongan malaikat yang selalu bertasbih pada Allah. Permintaan Iblis ini dikabulkan oleh.

Waktu berjalan lama. Datang masa bumi harus di huni manusia. Saat manusia pertama diciptakan yaitu Adam, Allah meminta Adam untuk menunjukkan kelebihannya. Begitu Adam menunjukkan kemampuannya, para malaikat memujinya. ketika Allah meminta mereka untuk menghormati Adam, mereka semua serentak hormat pada Adam. Namun Iblis enggan untuk mengakui kelebihan Adam, sehingga Allah murka kepadanya.

==========

5. *Tanya :*

Pada QS 2 ayat 29, Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menjadikan segala apa yg dibumi untuk manusia dan Ia menuju ke langit .........dst

Begini ustadz. Kesan saya Alalh menyampaikan tentang tahapan penciptaan bumi dan langit. Bumi dibuat dulu baru langit. Namun, keetika saya baca surat An-Naziat (QS.79) ayat ayat 27 sampai 30 saya agak sedikit bingung. Pada ayat-ayat itu dijelaskan bahwa langit lebih dulu diciptakan barulah bumi dihamparkan. Bagaimana menghubungkan dua ayat ini ?

*Jawaban :*

Mari kita lihat surat Al Baqarah (QS. 2) ayat 29. Setelah Allah membentuk bumi dengan sempurna Allah baru kemudian menyempurnakan langit menjadi 7 lapis. Ada ulama yang menjelaskan bahwa saat bumiawalterbentuk, belum ada atmosfirnya. Setelah terbentuk secara sempurna melalui proses, maka terbentuklah atmosfirnya yang terdiri dari tujuh lapis (tujuh lapis atmosfir). Jadi pengetian langit di ayat ini bukan langit dalam arti alam semesta.

Sedang langit yang disebutkan di surat An Naziat (QS. 97) ayat 27 sampai 30 adalah langit yang berupa alam semesta.

===============

6. *Tanya :*

Pada Surat Al-Baqarah ayat Allah menegur manusia yang fasiq (yang tidak mau memahami ayat-ayat Al-Qur’an) : “Mengapa kamu semua kafir dan menolak isi Al-Qur’an untuk kamu pelajari. Bukankah dulu kamu mati lalu Aku hidupkan, lalu nanti Aku matikan dan akan Aku hidupkan lagi untuk kembali kepada-Ku”.

Mengapa Allah menegur dengan kalimat seperti itu ?

*Jawaban :*

Allah menegur seperti itu karena Allah menginginkan manusia agar tidak merugikan diri mereka sendiri saat mereka hidup di dunia. Sehingga mereka juga akan rugi di akherat kelak.

Pada ayat 22, Allah sudah menjelaskan bahwa Allah sudah menjadikan bumi ini menjadi tempat hidup yang tepat untuk manusia. Bumi ada atmosfirnya yang membuat mereka terlindungi dari batu-batu meteor yang akan masuk ke bumi. Allah juga menyediakan air untuk menjadi sumber kehidupan manusia dan makhluk lain yang ada di bumi. 

Semua fasilitas di bumi ini disediakan Allah, agar mereka sadar bahwa Al-Qura’an juga merupakan kebutuhan hidup mereka agar mereka hidup di bumi dengan aman dan sejahtera dan kelak mereka juga bisa hidup di akherat dengan bahagia. 

Sayangnya, beberapa manusia tidak sadar tentang hal-hal ini. Maka Allah menegur mereka di ayat 28. Pada beberapa kelompok ayat di berbagai surat, Allah juga berkali-kali menegur manusia terutama yang muslim agar sadar terhadap isi Al-Qur’an.

Silakan dibuka surat Ar Rahman, surat ke 55. Silakan disimak sejak ayat pertama :

a. Allah menjelaskan bahwa Ia Ar Rahman. Dia punya rahmat yang berlimpah dan Dia punya sifat pemurah yang selalu membagikan rahmat-Nya lebih banyak untuk siapa yang serius menginginkannya dan membutuhkannya.

b. Ketika kita merasa membutuhkan Rahmat-Nya yang lebih banyak, maka Allah mengingatkan pada ayat ke-2. Bahwa syarat untuk mendapatkan Rahmat-Nya yang berlimpah, tiap kita harus bisa merasakan bahwa Dia-lah zat yang mengajarkan Al-Qur’an pada kita.

Sayangnya tidak semua dari kita mau menjadikan Allah sebagai guru yang langsung mengajari kita isi Al-Qur’an. Yaitu dengan langsung mempelajari isi Al-Qur’an walaupun hanya lewat tarjamahnya. Kita lebih enjoy saat ustadz atau ustadzah mengajari kita isi Al-Qur’an.

c. Ketika kita masih ragu bahwa kita bisa memahami Al-Qur’an lewat tarjamahnya, maka pada ayat 3, Allah mengingatkan kita bahwa Dia-lah yang menciptakan badan dan jiwa kita. 

Aku yang menciptakan dirimu dan Aku juga yang membuat Al-Qur’an untuk dirimu. Mungkinkah Al-Qura’an yang Aku buat sendiri untukmu, Aku buat Al-Qur’an itu sulit dipahami olehmu? 

d. Ketika muncul kesadaran pada diri kita bahwa tidak mungkin Al-Qur’an itu sulit dipahami dan muncul keinginan kita untuk memahami isinya. Maka mungkin akan muncul pertanyaan lagi dari dalam benak kita. Nanti jika kita tidak paham terhadap satu dua ayat, kepada siapa harus bertanya ? Maka pada ayat ke-4, Allah menjelaskan bahwa Allah sendiri yang akan mengajarkan “BAYAN” (penjelasan)nya.

e. Saat kita masih sedikit muncul keraguan apakah kita bisa memahaminya, maka Allah mengingatkan kita :

- Kamu paham Matahari dan Bulan ? jaraknya, sinarnya dan keberadaannya sangat bermanfaat untukmu dan kamu semua bisa merasakan manfaatnya. Mengapa kamu tidak bisa merasakan manfaat Al-Qur’an ?

- Kamu paham pohon-pohonan dengan berbagai macam jenis buahnya yang hanya disiram dengan air yang sama dan bisa memunculkan buah yang berbeda-beda. Itu kehebatan-Ku dan kamu semua mengakui itu. Mengapa kamu tidak bisa merasakan kehebatan-Ku menasehatimu lewat semua isi Al-Qur’an itu ?

- Selanjutnya, kamu paham bahwa Aku meninggikan langit (atmosfir bumi) agar ada tempat untuk oksigen yang kamu hirup untuk kelangsungan hidupmu. Apakah kamu merasakan segarnya oksigen buatanku yang Aku sediakan untukmu dengan gratis?

Jika kamu bisa merasakannya. Mengapa kamu tak mau merasakan segarnya ayat-ayat Al-Qur’an buatan-Ku ?

- Kamu lihat bumi ini penuh dengan buah-buahan yang kamu bisa merasakan lezatnya. Mengapa kamu tak mampu merasakan lezatnya ayat-ayat-Ku ?

- Mana hal-hal di alam ini yang kamu menganggap tak ada manfaatnya untukmu?

Mengapa kamu tak mampu mengambil manfaat dari isi Al-0ur’an-Ku ?

============

Forum Kajian Ayat 

KAJIAN AYAT-AYAT AL-QUR'AN
SELAMA RAMADHAN
(HABIS SUBUH)
=====================
VIA ZOOM
👇
https://us06web.zoom.us/j/7016978126?pwd=VUgxdDZFeDB4ZXRQMEJRbHJ0cUZadz09
=====================
Jika anda belum berminat
Tolong bantu share ke sesama
(group atau japri)
Siapa tahu mereka ingin gabung

======================

Kajian Via Zoom Rutin  di link yang Sama

Selasa @13.00

Rabu @13.00 ( Khusus Wanita )

Jum'at @15.30

Sabtu @13.00

Ahad @02.30


MEETING ID : 701 697 8126

PASSCODE : cintaquran


#forumkajianayat #pemburupetunjuk


Komentar

Postingan Populer