23 Ramadhan 1444 H
23 Ramadhan 1444 H
==================
FKA Jum'at 14 04 2023
Ust. H.M. Sholahuddin A.W
==================
1. Manusia adalah mahluk yang punya kemauan sendiri. Ia sama dengan jin dalam menggunakan nalurinya. Saat para Malaikat bertanya, mengapa Tuhan menciptakan mahluk yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah. Para malaikat tidak tahu dan tidak paham, bahwa manusia merusak itu tidak selamanya jelek. Kalau mau membuat meja , sebuah atau beberapa pohon harus ditebang (dirusak) direkayasa untuk dibuat menjadi kursi.
Kemudian, bagaimana dengan menumpahkan darah? Tidak semua memumpahkan darah itu buruk.
Rasulullah dan para sahabat beliau disakiti oleh orang-orang musyrik ketika berada di kota Mekah. Para sahabat minta pada nabi. "Ya Rasulallah, mbok kita bertindak." “Sabar dulu”, kata Rasulullah.
Ketika orang-orang di Yasrib (Madinah) mendengar bahwa di Makkah terdapat seorang utusan Allah, beberapa petinggi dari mereka segera datang ke Mekah, mereka semua ingin nabi datang ke madinah. Mereka menginginkan Nabi membantu mereka dalam menyelesaikan permusuhan berkepanjangan yang selama ini terjadi diantara beberapa kelompok penduduk di Madinah. Rasulullah menyetujui. Akhirnya Rasulullah dan kaum muslimin pindah ke tanah harapan. Begitu pindah di Madinah, ternyata mereka masih dimusuhi dan diganggu oleh orang Quraisy.
Akhirnya terjadi perang (pertumpahan darah). Perang ini salah satu hal yang baik, untuk membuat pengganggu ini jera.
===================
2. Selanjutnya malaikat mengatakan : “Mengapa harus makhluk baru yang menjadi khalifah di muka bumi. Bukankah kami selalu memuji Engkau dan mensucikan Engkau”
Allah mengatakan, "Aku Lebih Tahu", kalian semua tidak paham. Aku ingin mahluk yang punya keinginan yang dinamis. Makhluk yang berkaitan langsung dengan materi-materi yang ada di bumi. Kalian dan para jin tak membutuhkan materi-materi atau semua yang ada di bumi. Aku ingin makhluk yang mampu mengelola dan mengembangkan materi-materi yang ada di bumi.
Dari ayat ini Allah memperlihatkan kepada kita semua. Menjadi makhluk Allah memang harus mau bertasbih, sholat, puasa dan melakukan ibadah yang lain sebagai tanda pengagungan pada-Nya, namun Allah juga menginginkan kita untuk tidak diam saja dalam kehidupan ini. Allah menginginkan kita bergerak secara dinamis dan berkesinambungan untuk mengolah semua materi-materi yang ada di bumi dan lingkungannya.
Pada ayat berikutnya Allah menjelaskan kepada kita. Untuk mengelola bumi ini, makhluk baru yang Allah ciptakan itu, yaitu manusia bernama Adam, Allah memberikan bekal kepadanya.
Allah memberikan semua data yang ada di sekeliling Adam. Allah juga memberikan ilmu dan skill (ketrampilan) kepada Adam untuk mengolah data-data itu. Allah mentransfer ilmu kepadanya. Allah mengajari Adam. Entah berapa lama kita tdk tahu.
Setelah data-data itu diberikan pada Adam secara lengkap. Kemudian Allah mengatakan kepada para malaikat :"Hai para malaikat, kau mengatakan kalian pantas jadi khalifah dibumi, sekarang tolong kalian sebutkan nama-nama benda itu semua jika kalian semua memang makhluk yang pantas mengelola bumi ini.
Para malaikat menjawab dengan tenang : “Ya Allah ! Engkau mengajarkan kepada kami semua data yang ada di bumi ini seperti yang Engkau ajarkan kepada Adam. Engkau ajarkan A sampai Z kepada adam. Insya-allah, kami bisa menyebutkan semuanya. Tetapi kami tidak tahu dan tidak ada pengetahuan sedikitpun sesuatu selain yang Engkau ajarkan”.
Malaikat itu laksana robot yang tak bisa melakukan sesuatu yang tidak diprogramkan. Berbeda dengan manusia seperti Adam ini, yang mampu mengembangkan apa saja yang diajarkan oleh Allah.
Seorang ibu memberikan kepada anaknya sebuah pena dan ia mengatakan kepada anaknya bahwa fungsi pena ini untuk menulis atau menggambar sesuatu. Kemudian sang ibu mengajarkan kepada anaknya itu cara menggunakan pena itu.
Anak itu paham bahwa fungsi pena itu untuk menulis dan menggambar sesuatu. Saat sang kakak mengganggunya, secara naluri muncul ide untuk menggunakan pena itu di luar yang diajarkan oleh ibunya. Pena itu ia gunakan untuk memukul kakaknya dengan melemparkan pena itu sehingga mengenai kakaknya.
Itulah salah satu kreatifitas manusia yang tak dimiliki oleh mayoritas malaikat.”
---------------------
Sebagai ilustrasi sebelum cerita tentang Adam berlanjut. Para ulama bercerita bahwa sebelum Adam diciptakan, malaikat-malaikat dan jin-jin sudah diciptakan. Salah satu dari jin-jin yang ada (nanti mendapatkan julukan iblis) merasa ibadahnya sudah bagus dan ia minta kepada Allah agar dikumpulkan bersama para malaikat. Allah menyetujuinya.
----------------------
Allah melanjutkan cerita-Nya di ayat berikutnya.
Allah meminta para malaikat untuk sujud kepada Adam (mengakui kehebatan manusia).
Ternyata jin yang dulu minta diikutkan dalam kelompok masyarakat (iblis) tak mau ikut tunduk. Tak mau ikut mengakui keunggulan manusia.
Mari kita lihat apa yg terjadi pada diri adam, ketika Allah berfirman pada para malaikat, agar sujud kepada Adam. Adam senang. Ia merasakan kedudukannya lebih tinggi dari para malaikat.
Apalagi saat Adam melihat iblis (yang tidak mau mengakui keunggulannya itu) diusir oleh Allah dari surga/taman di mana Adam tinggal (QS. 7 : ayat 11, 12 dan 13) Adam semakin senang. Ia merasakan Allah mengistimewakannya.
Setelah kejadian itu Allah cerita pada kita semua , kita pindah ke QS 20 ayat 117.
Allah mengatakan kepada Adam : Hai Adam Iblis itu sesungguhnya musuhmu dan musuh isterimu. Berhati-hatilah kamu. Jangan sampai dia mengeluarkan kamu dari surga ini.
Tetapi jiwa Adam yg merasa malaikat dan Iblis dibawah dia, membuat ia lupa terhadap peringatan Allah itu. Ini bisa kita lihat dalam QS. 20 Ayat 115, dimana Allah bercerita kepada kita :
Aku pernah mengingatkan Adam dahulu. Aku pernah mewanti-wanti Adam. Tapi ia lupa terhadap peringatanku itu. Aku tidak dapati dalam dirinya ada upaya untuk memegang tegu peringtan-Ku itu.
Adam merasa dirinya di atas Iblis. Maka saat Allah mengingatkannya bahwa ia harus waspada dengan Iblis. Barangkali ia mengatakan kepada Allah :”Beres bos, saya tidak akan terpengaruh terhadap iblis”
===================
3. Allah menjelaskan pada surat Al-Baqarah ayat 36. Adam terkena tipu daya Iblis, yang menyebabkan ia dan isterinya harus keluar dari tempat yang indah yang ia diami selama ini.
Adam meminta ampunan dari Allah dan Allah-pun memaafkan sekaligus memberinya “Petunjuk”, dimana Allah memberikan wasiat agar petunjuk tersebut ia sampaikan kepada anak-cucunya. "Hai Adam, nanti kalau ada datang petunjukku kepadamu , siapa yang mengikuti petunjuk-Ku itu niscaya tidak ada kekhawatiran dan tidak akan merasa sedih”.
=============
4. Tanya :
Manusia ditugaskan jadi khalifah dan Jin oleh Allah diberikan akal bisa menggoda manusia
Jawab :
bukan begitu
Jin itu sama seperti manusia. Hanya jasadnya jin tidak seperti jasad manusia yang membutuhkan materi bumi. Maka tidak mungkin jin akan mengembangkan bumi.
Jin itu sama dengan manusia. Ia bisa baik juga bisa tidak baik tergantung ia sendiri. Sama seperti manusi. Ada yang suka menggoda dan menjerumuskan orang lain dan ada yang baik.
Jadi Allah swt tak pernah menakdirkan jin sebagai penggoda manusia.
Termasuk Iblis. Allah juga tak pernah menakdirkan Iblis menjadi jin yang jahat.
Ia sendirilah yang memilih jalan sesat.
Saat ia enggan sujud kepada Adam, Allah bercerita kepada kita : (QS, 7 ayat 12)
Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis: "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".
Ada ayat yang lain yang menunjukkan kesesatan Iblis karena pilihannya sendiri (QS. 7 ayat 14 & 16)
Iblis berkata "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan".
Iblis berkata : "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,}.
Allah tak akan mendholimi hamba-Nya. Sehingga tak ada makhluk seperti manusia dan jin yang ditakdirkan berperilaku buruk.
==============
5. Tanya :
Adam semula berada di surga lalu ia diturunkan. Karena ia menyepelekan nasehat Allah dan ia disesatkan oleh Iblis, akhirnya ia harus turun ke bumi. Ini adalah merupakan Skenario besar dari Allah. Andaikata ia tidak menyepelekan nasehat Allah, tentu ia tidak akan turun ke bumi.
Betulkah begitu ?
Jawaban :
Untuk tidak membuat kita bingung dan bertambah bingung, yang ujung-ujungnya menyalahkan Allah dan menyalahkan Adam serta menyalahkan Iblis, kita harus lebih sadar bahwa manusia itu diciptakan oleh Allah untuk bumi. Maka diciptakannya pun di bumi. Dikasih surgapun surga di bumi, berupa taman dan fasilitasnya. Di dataran tinggi yang hawanya sejuk dan nyaman.
=============
6. Tanya :
Ketika ada dialog antara Alalh, manusia dan jin tempatnya dimana?
Jawaban :
Tentu di bumi
Jadi surganya insyaallah tetap di bumi. Jadi seumpama Adam tidak salah, materi yang diberikan oleh Allah pada Adam itu tetap akan habis, jika tidak mampu mengembangkannya. Sebagaimana seorang anak yang lahir dari orang tua yang kaya raya. Tidak selalu harta orang tuanya akan bertahan jika tidak dikelola dengan baik.
==============
7. Tanya :
Dalam Al-Qur’an kita mendapatkan firman Allah kepada siapapun, kadang menggunakan kata “Aku” dan kadang menggunakan kata “Kami”. Apakah ada penjelasannya ?
Jawaban :
Mari kita kembalikan pada pengalaman kita dahulu saat masih di bangku sekolah. Saat mata pelajaran bahasa Indonesia, kala kita diminta untuk membuat surat, maka pada akhir surat pasti akan kita tulis “hormat kami”, padahal yang menulis surat itu hanya satu orang.
Kemungkinan adalah bentuk penghormatan kepada yang diajak bicara atau penghormatan pada yang ikut terlibat dalam hal yang sedang dibicarakan.
Ada sebuah ayat yang bisa dijadikan rujukan. Silakan kita melihat QS 4 Ayat 29.
“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dg cara yg bathil....”
Pada ayat ini Allah mengingatkan kita tidak boleh memakan harta sesama dengan cara batil (tidak benar). Berarti kita bisa memakai harta sesama jika dengan cara yang benar. Ayat ini sekaligus menjawab bahwa memakai harta orang lain secara benar adalah dengan jalan perniagaan.
Artinya walau barang yang kita beli itu sudah menjadi hak kita, tetapi kita harus menyadari bahwa banyak orang yang berperan pada sampainya barang itu sampai ke tangan kita dan kita bisa kita gunakan.
Kalau kita membeli beras, sebaiknya kita jangan hanya melihat pedagangnya saja. Kita perlu melihat juga siapa yang mengantarkan beras itu dari sawah ke tempat selepan sampai menjadi beras. Saat di sawah, kita perlu paham siapa yang menanam bibitnya, yang menyemainya dan yang menanamnya kembali untuk sampai menjadi padi yang menguning. Mereka semua dan mereka yang mengadakan sarana untuk terwujudnya barang berupa beras ini telah berjasa besar dan kita tak boleh menghilangkan jasa mereka.
Mungkin ini hanya salah satu ayat yang menjelaskan pada kita betapa peran orang lain dalam apa-apa yang kita konsumsi atau pakai, tidak boleh kita abaikan. Mungkin demikian juga ketika Allah menyampaikan kepada kita dengan kalimat : “Kami telah turunkan Al-Qur’an di malam kemulyaan” (QS.97 : 1).
==============
8. Tanya :
Ketika kita bicara tentang jin atau sejenisnya yang bisa menjadi syetan buat kita. Saya pernh dengar ungkapan bahwa jin bisa masuk dalam aliran darah manusia. Berati potensi menggodanya itu tinggi ya, bagaimana ini?
Jawaban :
Ungkapan itu bersumber dari sebuah hadis Nabi :
“.....Beliau bersabda: 'Sesungguhnya setan mengalir pada anak Adam seperti aliran darah, ...”. (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 3281 dan Muslim no. 2175)
Tidak usah dipikir. Jika syetan yang disebutkan itu adalah syetan dari jenis jin, Mari kita lihat dalam surat Al-A’raf (QS. 7) ayat 27 bahwa para jin itu melihat kita dari arah yang kita tidak bisa melihat kita.
Artinya, mereka makhluk yang tidak terlihat. Sehingga bisa menyusup kemanapun yang mereka mau. Bagi kita, hal ini tidak perlu kita bahas. Karena mereka tak akan mampu mengganggu kita selain hanya membisikkan sesuatu kepad kita.
Adapun jika terasa ada bisikan dari mereka, maka kita bisa merujuk pada QS. 7 ayat 200 yang menyebabkan kita tambah yakin bahwa Allah melihat kita dan mereka dan Allah akan selalu melindungi kita dari gangguan mereka jika kita meminta perlindungan kepada-Nya.
Allah berfirman :
“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. {1} Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Walaupun mereka menggoda kita dari berbagai cara dan dari berbagai arah. Saat kita selalu berlindung kepada-Nya, maka kita tak akan mampu digoda oleh mereka.
==========
Forum Kajian Ayat
KAJIAN AYAT-AYAT AL-QUR'AN
SELAMA RAMADHAN
(HABIS SUBUH)
=====================
VIA ZOOM
👇
https://us06web.zoom.us/j/7016978126?pwd=VUgxdDZFeDB4ZXRQMEJRbHJ0cUZadz09
=====================
Jika anda belum berminat
Tolong bantu share ke sesama
(group atau japri)
Siapa tahu mereka ingin gabung
======================
Kajian Via Zoom Rutin di link yang Sama
Selasa @13.00
Rabu @13.00 ( Khusus Wanita )
Jum'at @15.30
Sabtu @13.00
Ahad @02.30
MEETING ID : 701 697 8126
PASSCODE : cintaquran
#forumkajianayat #pemburupetunjuk
.jpeg)
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar