24 Ramadhan 1444 H
24 Ramadhan 1444 H
==================
FKA Sabtu 15 04 2023
Ust. H.M. Sholahuddin A.W
==================
1. Pengantar
Kita mengulang kembali cerita tentang Adam. Setelah ia diciptakan dan Allah menampakkan kepadanya pembangkangan Iblis di depan Adam. Kemudian Allah memperingatkan Adam, sebagaimana tercantum di surat Thaha (QS.20) 117 :
“Kemudian Kami berfirman, “Wahai Adam! Sungguh ini (Iblis) musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, nanti kamu celaka.”
Hai Adam ! Perhatikanlah. Aku minta kepadanya sujud kepadamu, tetapi ia tidak mau.
ia menyombongkan diri. Aku nasehatkan kepadamu, Iblis ini adalah musuhmu dan musuh istrimu.
Jangan sampai ia mengeluarkanmu berdua dari tempat ini, pasti kamu berdua sengsara.
Pada ayat-ayat berikutnya, Allah menjelaskan :
“Sungguh, ada (jaminan) untukmu di sana, engkau tidak akan kelaparan dan tidak akan telanjang.
Dan sungguh, di sana engkau tidak akan merasa dahaga dan tidak akan ditimpa panas matahari”.
Mari lihat ayat berikutnya, ayat 120
“Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, “Wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?”
Iblis melihat Adam tidak memiliki teman, hanya istrinya saja. Kemudian saat Adam melihat iblis membutuhkan teman bicara, ia dekati Adam dan ia berusaha untuk bersahabat dengan Adam.
Saat Iblis mendekati Adam dengan senyum persahabatan, ia lupa , bahwa Allah sudah memperingatkannya untuk menjadikan iblis sebagai musuh.
Ia betul-betul merasa mendapatkan teman bicara, yang menyebabkannya bertambah dekat dengan Iblis.
Setelah Iblis merasakan bahwa Adam suka dengan cara pendektannya, akhirnya iblis memberitahu Adam. “Hai Adam ! Kamu paham atau tidak mengapa Allah melarang kamu mendekati pohon itu”, (Kata Iblis sambil menunjuk pohon yang Adam dan isterinya dilarang mendekatinya).
"Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal" (QS. 7 ayat 20).
Mau tidak saya beri nasihat. Segeralah makan buah itu kamu akan mengalami umur panjang dan selanjutnya kamu akan jadi perkasa.
Hal ini diucapkan iblis berkali kali setiap kali berjumpa dengan Adam.
Mari kita lihat lanjutan ayat-ayat surat Al-A’raf (121 123)
“Lalu keduanya memakannya, lalu tampaklah oleh keduanya aurat mereka dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan telah durhakalah Adam kepada Tuhannya, dan sesatlah dia”.
Adam dan istrinya makan buah itu, lalu apa yg terjadi semua fasilitas di surga diambil oleh Allah. Termasuk semua pakaian yang sedang dikenakannya di badan mereka. Terpaksa mereka ambil daun-daun surga untuk menutupi aurat mereka.
“Kemudian Tuhannya memilih dia, maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk”.
Tapi kemudian, walaupun Adam sesat, Allah Tetap memilihnya menjadi khalifah di muka bumi. Selanjutannya supaya punya kepribadian yang bagus. Tidak sombong dan takabbur serta tidak mudah terpikat oleh iblis, maka Allah memberi Adam Hudan (Petunjuk).
Pada ayat selanjutnya di Surat Al-A’raf ini (ayat 123). Allah berfirman, “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.
Hai Adam ! Sekarang kamu turunlah dari tempat ini. Tempat ini sudah tidak ada gunanya buat kamu berdua. Semua fasilitas sudah Aku ambil semua dan tak ada yang tersisa untukmu berdua. Turunlah dari sini dan carilah fasilitas hidup yang pernah Aku berikan kepadamu.
Dan Aku beritahu kamu. Beritahukan kepada anak-anakmu mu nanti. Mereka juga membutuhkan petunjuk seperti petunjuk yang Aku baru saja berikan kepadamu.
Jamaah Forum Kajian Ayat (FKA), Sampai disini pembahasan kita tentang Adam dari surat Al-Baqarah ayat 30 sampai ayat 39. Sengaja saya berikan ayat-ayat yang lain agar bertambah wawasan kita.
Mari munculkan imajinasi yang banyak saat membaca ayat-ayat ini. Untuk kita diskusikan bersama-sama. Kita berdiskusi tentang ayat yang akan membuat keadaan kita akan lebih baik dari waktu ke waktu.
================
2. Tanya :
- Apakah ini manusia memang sudah dipersiapakan untuk menjadi pemimpin bumi, yg software dan hardware nya sudah sangat lengkap ?.
- Apakah memang Allah memberi kebebasan kepada manusia untuk mengembangkan naluri baik dan buruknya hingga dia sampai digoda iblis ?
- Apakah memang konsep dunia ini harus berjuang untuk menjadi khalifah di bumi ini ?, dan
- Apakah Iblis memang ditakdirkan untuk menggoda sehingga ia minta umur panjang ?
- dan apakah malaikat diciptakan untuk tunduk hanya kepada Allah ?
Jawaban :
Iblis adalah salah satu dari jin. Jin dan manusia itu diberikan kebebasan oleh Allah untuk mengikuti kemauan sendiri. Bahkan diberikan kebebasan untuk mengakui Allah sebagai Tuhan atau tidak.
Allah berfirman di surat Kahfi (QS. 18) ayat 29 :
“Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka Barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir".......
Allah tak pernah mentakdirkan Iblis menjadi pembangkang dan penggoda ke arah kesesatan. Iblis sendirilah yang memilih jalan itu.
Aturan kehidupan bagi manusia dan jin itu sama. Bertambah usia akan bertambah lemah (QS. 30 ayat 54).
Kemungkinan jin Iblis itu sekarang sudah tua dan tidak bisa apa. Ia pasti telah menyesali dirinya mengapa ia dulu minta panjang umur.
Kemungkinan saat ini ia sudah ndepis (mojok) sendiri di pojokan tempat tinggalnya, tiduran, dan tidak punya kekuatan apapun. Ia tinggal mesam-mesem saja. Ia sudah puas melihat anak-anak buahnya secara terus menerus menyesatkan manusia tanpa henti. Masalah berhasil atau tidak, baginya tidak penting. Yang penting anak-anak buahnya harus terus menggoda manusia tanpa jemu.
Adapun tentang manusia, memang lebih diunggulkan dari jin untuk mengelola bumi ini. Badan manusia terbuat dari bahan bumi. Sehingga ia sangat membutuhkan materi bumi. Imajinasi manusia sangat membantu dalam pengelolaan bumi ini. Jin dan malaikat tak membutuhkan materi bumi sehingga tak mungkin bumi ini akan bertambah semarak.
Badan dan jiwa yang dimiliki oleh manusia sangat mendukung untuk mengelola bumi. Hanya manusia harus terus belajar dari satu generasi yang harus dilanjutkan oleh generasi selanjutnya. Tanpa belajar, manusia tak akan mampu banyak berbuat di bumi ini.
Pengembangan jiwa manusia memang tergntung apa yang ia pelajari. Ia bisa mengembangkan nafsu buruknya dan ia juga bisa mengembangkan nafsu baiknya. Allah memberikan kebebasan kepadanya. Sebagaimana firman-Nya di surat 91 ayat 7 dan 8 :
“dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),}. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefujuran (buruk) dan ketakwaannya”.
Adapun tentang penciptaan malaikat yang menurut Hadis Nabi terbuat dari cahaya. Mereka adalah laksana “manusia yang bijak dan polos” yang tak ada bayangan untuk mempertanyakan kepada Allah sesuatu kecuali sebatas yang mereka ketahui.
==========================
3. Komentar
Membayangkan tentang masyarakat jin. Tak ada informasi yang banyak yang sampai kepada kita kecuali kita banyak menerima informasi seputar jin itu dari media. Dimana media itu menggambarkan kepada kita bahwa jin itu makhluk yang menyeramkan dan selalu siap bukan hanya menggoda manusia, bahkan mereka selalu berkeinginan untuk menakut nakuti manusia. Itulah informasi tentang jin yang kita dpatkan dari masyarakat dan media. Bagaimana tentang hal ini ?
Jawaban :
Ini semua salah kita. Jin itu adalah makhluk ghoib. Menerima informasi yang ghoib jangan pernah mendapatkannya kecuali dari Al-Qur’an dan Hadis yang mutawatir (Yang diriwayatkan oleh tiga orang atau lebih. Rasulullah menyampaikan kepada sahabat-sahabatnya dan yang menerima tidak kurang dari tiga sehingga hadis ini valid).
Jadi, mari kita tutup info tentang jin kecuali jika datang dari Nash (Al-Qur’an dan Hadis). Jika ingin mengetahui ayat yang berbicara tentang jin. Kita bisa menyimak cerita Alah tentang sebagian kehidupan para jin di surat Jin (QS. 72) yang terdiri atas 28 ayat.
Kita akan paham bahwa kehidupan jin itu, sama dengan manusia. Hanya ia mempunyai jasad yang berbeda. Adapun jiwa mereka tetap sama dengan jiwa manusia.
Jin sekuat apapun, termasuk Iblis tak mempunyai kekuatan yang besar. Terhadap manusia, mereka hanya mampu membisikkan sesuatu ke dalam diri manusia. Mereka tak mampu mengangkat atau menggandeng manusia ke tempat maksiyat. Sebagaimana yang diucapkan Iblis di QS. 14 ayat 22 :
“Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku.......".
Silakan untuk mempelajari surat Al-A’raf (QS. 7) secara perlahan. Gabungkan cerita tentang syetan (iblis dan jin-jin yang lain) di surat ini.
Nanti pada ayat ke-200 Allah mengingatkan kita bahwa jika kita ingin mendapatkan perlindungan dari Allah, Iblis dan jin-jin yang lain tak mampu menggoda kita. Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.
Sekali lagi berbicara tentang godaan Syetan (Iblis dan jin lainnya serta manusia), kita harus merujuk pada cerita Adam. Bahwa Adam mudah tergoda Iblis karena ia tidak serius memahami dan menyerap nasehat Allah.
Maka mari kita belajar isi Al-Qur’an lebih serius dan lebih banyak lagi. Agar ingatan kita tentang apa yang Allah bicarakan kepada kita lewat Al-Qur’an itu bertambah kuat.
Teruslah merasakan Allah memberi pelajaran tentang kehidupan ini lewat seluruh ayat-ayat-Nya yang ada dalam Al-Qur’an. Kuatkan diri kita untuk merasakan Allah-lah yang mengajari kita ilmu-ilmu tentang kehidupan ini. Al-Qur’an itu telah disiapkan oleh Allah untuk mudah kita pahami jika kita serius mempelajari dri satu ayat ke ayat yang lain. Saat mempelajarinya, usahakan berusaha untuk menyatukan antara rangkain ayat-ayat yang sudah disusun oleh Allah dengan sempurna.
Mari kita perhatikan awal surat Ar Rahman (QS 55). Kita simak ayat demi ayat. Kita akan merasakan teguran dari Allah jika kita mengatakan bahwa Al-Qur’an itu susah untuk kita pelajari.
Pada awal ayat Allah berfirman :
Allah : “Ar-Rahman”, Hai para Pembaca Al-Qur’an (P-AQ). Aku punya rahmat yang sangat banyak yang kau butuhkan dalam hidupmu. Selama alam ini ada, Aku selalu menebarkan rahmat-Ku ke seluruh penjuru alam ini. Apakah kamu tidak merasakannya ? Apakah kamu tidak membutuhkan rahmat-KU ?
P-AQ : Ya Allah ! hamba mengakui Engkau adalah Ar Rahman. Engkau mempunyai Rahmat yang sangat banyak yang hamba butuhkan.
Ya Allah ! Hamba akui bahwa selama ini Engkau telah memberikan banyak rahmat-Mu kepada hamba dan kepada sekeliling hamba.
Ya Allah ! berilah hamba rahmat-Mu lagi yang lebih banyak yang hamba perlukan untuk melangkah ke depan. Untuk masa depan hamba.
Allah : kamu serius. Kamu yakin masih membutuhkan rahmat-Ku?
P-AQ : Ya Allah ! benar. Hamba masih membutuhkan rahmat-Mu untuk kehidupan hamba yang lebih baik
Allah : Jika kamu masih membutuhkan rahmat-Ku ketahuilah :
“Allamal Qur’aan” (Dia Yang Mengajarkan Al-Qur’an).
Bisakah kamu merasakan Aku yang memberikan pelajaran Al-Qur’an ini ke kamu ?
Apakah selama ini kamu merasakan Aku-lah :
- yang menyusun isi nasehat kehidupan ke kamu ?
- yang menyusun kata perkata sehingga terbentuk kalimat yang pas untukmu ?
- yang yang menyusun ayat-ayat perayat sehingga menjadi sebuah surat ?
- yang memberikan pengajaran kepadamu lewat ayat-ayat ini?
P-AQ : Ya Allah ! Hamba mohon maaf. Selama ini memang hamba belum merasakan Engkau sebagai guru hamba dalam kehidupan ini. Hamba menerma pemahaman ayat dari orang alim di sekitar hamba.
Hamba pernah berusaha membaca tarjamah Al-Qur’an, tapi sebagian teman hamba mengatakan jangan mempelajari Al-Qur’an langsung. Harus lewat guru.
Allah : Jadi menurutmu tata urutan ayat yang Aku buat sendiri dengan tangan-Ku, membuat kamu kesulitan untuk memahami sendiri ? Tuhan macam apa Aku menurutmu ?
P-AQ : Ya Allah ! Engkau Maha sempurna. Maafkan hamba. Hamba perlu sadar bahwa ayat-ayat-Mu Engkau tujukan kepada hamba. Tentu telah Engkau susun semudah mungkin untuk hamba pahami. Hamba akan berusaha memahami ayat-perayat.
Allah : Itulah yang harus kamu sadari. Al-Qura’n itu telah Aku buat untukmu. Bukan untuk gurumu yang perlu disampaikan kepadamu. Ketahuilah :
“Kholaqol Insaan” (Dia Yang Menciptakan Manusia)
Aku yang membuat Al-Qur’an untuk manusia yang Aku sendiri ciptakan.
Menurutmu, Mungkinkah isi Al-Qur’an Aku persulit untuk dipahami manusia yang Aku ciptakan sendiri dengan tangan-Ku ?
P-AQ : Ya Allah ! Maafkan hamba. Tentu Engkau telah buat isi Al-Qur’an mudah dipahami oleh makhluk yang Engkau ciptakan sendiri. Terima kasih ya Allah Engkah telah semakin menyadarkan hamba.
Ya Allah ! Bagaimana jika nanti saat hamba berusaha memahami ayat, namun hamba tidak paham ?
Allah : Ketahuilah :
“Allamahul-Bayaan” (Dia Yang Mengajarkan Bayannya/penjelasannya)
Jika kamu tidak paham saat memahami suatu ayat. Teruslah pahami. Teruslah renungkan. Aku nanti yang akan menjelaskan dengan cara-Ku
P-AQ : Baik ya Allah. Terima kasih atas penjelasan ini
-------------
Selanjutnya, agar kita lebih serius dengan isi Al-Qur’an, Allah meminta kita untuk membuka QS Al Baqoroh ayat 185
Bulan Ramadhan adalah bulan yang didalamnya diturunkannya Al Quran. Ramadhan itu satu-satunya bulan dimana kamu bisa merasakan turunnya Al-Qur’an ke hatimu. Kalau kau mau belajar singguh-sungguh
Kalo kamu sadar. Kamu puasa itu tidak cuma sebentar semenit dua menit seperti solat dan seperti infak. Kamu puasa tu lama, lebih dari 13. Dengan berpuasa selama itu, Jiwamu itu menjadi sangat bersih. Sehingga kalau kamu mau belajar memahami isi Al-Qur’an, maka Al-Qur’an bisa turun ke hatimu.
Apa isi Quran yang akan turun ke hatimu?
a. Hudan linas, petunjuk buat kamu sebagai manusia. Semakin kamu membaca isi Al-Qur’an, kamu akan mendapatkan petunjuk itu
b. Bayyinat (penjelasan-penjelasan dari petunjuk itu)
c. Furqon (kemampuan hati dalam mendeteksi mana yang baik dan yang buruk)
Hati kamu akan semakin peka dalam melihat mana yang baik dan mana yang tidak baik
=====================
4. Tanya :
Bagaimana cara saya bersikap terhadap buku-buku tafsir yang berbeda dalam menafsirkan ayat ?
Jawaban :
Tafsir itu beda dengan Terjemahan. Terjemahan itu teks asli Al-Qur’an. Sedang tafsir adalah penjelasan :
a. Suatu ayat dengan ayat
b. Suatu ayat dengan hadis
---------
Adapun penjelasan ayat dengan akal itu bukan disebut dengan tafsir tapi sebutannya adalah Ta’wil.
Saat ingin membuka tafsir. Sadarilah bahwa isi dari buku tafsir itu bisa berupa :
a. Penjelasan dari terjemahannya (teks asli)
b. Tafsirnya (berarti penulis menjelaskan dengan ayat atau hadis
c. Ta’wilnya (Berarti penulis menjelaskan dengan pemikirannya atau pemikiran orang lain)
Saran saya. Saat membaca buku tafsir, silakan pahami tiga hal di atas. Silakan cermati mana yang poin “a”, mana yang poin “b” dan mana yang poin “c”.
Teruslah belajar memahami ayat. Ada beberapa situs web yang bisa membantu kita. Silakan buka search engine di internet (bisa google, yahoo dll). Lalu ketik surat dan nomer ayat yang akan ditanyakan.
Ketika di klik, maka akan muncul banyak situs (contoh www.suara medeka.com, www.sindonews.com, dll) saran saya,
pilihlah : https://Tafsirweb.com.
===============
Forum Kajian Ayat
KAJIAN AYAT-AYAT AL-QUR'AN
SELAMA RAMADHAN
(HABIS SUBUH)
=====================
VIA ZOOM
👇
https://us06web.zoom.us/j/7016978126?pwd=VUgxdDZFeDB4ZXRQMEJRbHJ0cUZadz09
=====================
Jika anda belum berminat
Tolong bantu share ke sesama
(group atau japri)
Siapa tahu mereka ingin gabung
======================
Kajian Via Zoom Rutin di link yang Sama
Selasa @13.00
Rabu @13.00 ( Khusus Wanita )
Jum'at @15.30
Sabtu @13.00
Ahad @02.30
MEETING ID : 701 697 8126
PASSCODE : cintaquran
#forumkajianayat #pemburupetunjuk
.jpeg)
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar