29 Ramadhan 1444 H
29 Ramadhan 1444 H
==================
FKA Kamis 20 04 2023
Ust. H.M. Sholahuddin A.W
==================
Mari kita ulangi dr QS 2 Al Baqoroh: 47. Kita Fokus pada cara bani israil menerima wahyu.
Hanya sebelumnya saya akan ulang sedikit ayat-ayat yang sebelum itu
1. Mari kita lihat :
a. Surat Al-Fatihah. Dimana Allah menjelaskan kepada kita bahwa di dunia ini ada :
1) Ada orang yang mun’am (diberi nikmat)
2) Ada orang yang Maghdhub (yang dimurkai)
3) Ada orang yang Dhool (yang sesat)
b. Surat Al-Baqarah ayat ke-1 sampai ayat ke -29. Dimana Allah menjelaskan kepada kita tentang kelompok-kelompok orang yang merespon saat Al-Qur’an disodorkan kepada mereka :
1) Ada yang Muttaqy yang meyakini bahwa semua ayat yang ada di dalam Al-Qur’an itu tak ada yang perlu diragukan kebenarannya dan ia secara terus menerus mempelajarinya untuk mendapatkan petunjuk yang ada di dalamnya.
2) Ada yang menolak (kafir) terhadap semua isinya. Sehingga pendengaran, penglihatan dan hatinya tertutup dari kebenaran.
3) Ada yang sekedarnya saja belajar isi Al-Qur’an (Fasiq)
c. Surat Al Baqarah ayat 30 sampai ayat 39. DImana Allah bercerita tentang manusia, yaitu Adam, yang mempunyai ilmu dan ketrampilan sebagai modal dasar hidupnya namun ia menyepelekan pesan Allah yang telah disampaikan Allah kepadanya. Yang mengakibatkannya mudah tergoda oleh rayuan Iblis.
==============
2. Kemudian Allah menjelaskan dari ayat 40 sampai ayat 46, beberapa ayat yang Allah sampaikan kepada bani Israel yang sama dengan apa yang Allah sampaikan kepada kita dalam Al-Qur’an.
==============
3. Mari kita simak ayat-ayat yang Allah berikan kepada Bani Israel dari ayat 47 dan apa yang mereka lakukan terhadap wahyu-wahyu Allah ini
a. Surat Al-Baqarah Ayat 47 & 48
Allah mengingatkan Bani Israel tentang nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada mereka yang jangan sampai justru nikmat itu menjerumuskan pada kesengsaraan di akherat nanti karena mereka menggunakannya untuk kemaksiyatan. Karena di akherat nanti. Masing-masing orang bertanggung-jawab terhadap diri sendiri. Tak akan ada yang bisa membantu satu dengan lainnya.
b. Surat Al-Baqarah ayat 49 & 50
Allah mengingatkan mereka tentang bantuan Allah untuk mereka saat mereka menderita di bawah tekanan Fir’aun. Kemudian saat mereka dikejar Fir’aun dan tentaranya yang akan membunuh mereka, Allah selamatkan mereka dengan menyeberang laut merah dan Allah memperlihatkan kepada mereka Fira’aun dan tentaranya tenggelam di laut merah.
c. Surat Al-Baqarah ayat 51 & 52
Allah mengingatkan Bani Israel saat mereka ditinggal oleh Nabi Musa selama 40 hari. Saat itu mereka menjadikan patung anak sapi sebagai sembahan. Lalu Allah memaafkan mereka.
d. Surat Al-Baqarah ayat 53
Bani Israel juga diingatkan tentang Kasih-Sayang Allah kepada mereka dengan diberikan oleh-Nya Kitab Taurat sebagai pedoman hidup mereka
e. Surat Al-Baqarah ayat 54
Nabi Musa menegaskan bahwa mereka yang menyembah patung anak sapi mendapat hukuman mati. Caranya mereka yang tetap taat kepada Allah menjadi eksekutor (pelaksana hukuman mati) bagi yang berdosa.
f. Surat Al-Baqarah ayat 55
Bani Israel melakukan ulah lagi. Sebagian mereka mengatakan tak akan beriman kepada Musa lagi jika mereka tidak bisa melihat Allah. Seketika itu mereka disambar halilintar sehingga mereka pingsan.
g. Surat Al-Baqarah ayat 56 & 57
Lalu mereka dimaafkan oleh Allah dan bahkan mereka diberi naungan awan (dari terik sinar matahari) dan mereka diberi makanan surga berupa manna dan salwa
h. Surat Al-Baqarah ayat 58 & 59
Pada ayat ini mereka diminta untuk masuk dalam suatu negeri dimana di dalamnya banyak rizqi Allah yang bisa dinikmati hanya mereka diminta untuk memohon ampunan pada Allah.
Yang terjadi, sebagian mereka memelesetkan kalimat-kalimat ampunan sehingga, mereka yang memelesetkan ini mendapatkan siksa dari Allah.
i. Surat Al-Baqarah ayat 60
Kasih sayang Allah, Dia tunjukkah lagi kepada Bani Israel saat mereka kekurangan air dengan menunjukkan mereka letak mata air yang tertutup batu besar. Allah mengharapkan pada mereka akan tumbuh rasa syukur yang lebih banyak.
j. Surat Al-Baqarah ayat 61
Selanjutnya apa yang terjadi ? Justru mereka berulah lagi dengan meminta bahan makanan yang dulu pada masa penjajahan Fir’aun mereka memakan itu. Mereka tidak paham, bahwa mereka masih berada di dalam perjalanan menuju tanah leluhur mereka. Mereka memerlukan makanan instan, bukan makanan yang membutuhkan waktu lama penyajiannya.
k. Surat Al-Baqarah ayat 65
Pada ayat ini mereka berulah lagi. Saat mereka diminta untuk tidak bekerja di hari Sabtu. Namun sebagian dari mereka sengaja melanggar larangan itu yang mengakibatkan para pelanggarnya dikutuk menjadi kera yang hina.
l. Itulah sekelumit cerita tentang Bani Israel di masa lalu. Allah menceritakan itu pada kita agar kita tidak meniru mereka.
m. Surat Al-Baqarah ayat 67 sampai ayat 73
Ayat-ayat ini menuturkan cerita berikutnya tentang Bani Israel. Bangsa yang tidak mengindahkan ayat-ayat Allah. Bahkan mereka menyepelekan Allah sebagai Tuhan mereka.
Allah menyruh mereka untuk menyembelih seekor sapi betina. Hal itu berkatan dengan kejadian terbunuhnya salah satu warga bani israel dan mereka saling berdebat tentang pembunuhnya. Maka Allah menyuruh mereka untuk menyembelih anak sapi saat mereka berkonsultasi kepada Nabi Musa tentang peristiwa itu. Apa jawab mereka saat diminta untuk menyembelih sapi ?
Bani Israel : Apa ? Menyembelih sapi ? Buat apa ? Apakah kamubergurau hai Musa ?
Bani Israel : Jika kami harus menyembelihnya, sapi yang bagaimana itu ?
Bani Israel : Sapi itu warnanya apa?
Bani Israel : Mohon dijelaskan lagi, sapinya seperti apa ?
Itulah Bani Israel yang Allah gambarkan kepada kita. Mudah mudahan kita paham untuk tidak melakukan hal yang serupa seperti mereka.
===================
4. *Tanya :*
Pada ayat 55 surat Al-Baqarah, ada yang perlu saya tanyakan :
orang yang ditimpa halilintar itu pengikut Musa yang menyembah anak sapi atau Musa?
*Jawaban :*
Coba dicek lagi ayat-ayat yang kita pelajari tadi. Silakan baca secara perlahan dari ayat 47 sampai ayat 55. Insya-allah akan terjawab
============
5. *Tanya :*
Mengapa Bani Israel bersikap seperti itu. Seperti yang Allah gambarkan di surat Al-Baqarah ayat 51 sampai ayat 70 ?
*Jawaban :*
Bani Israel itu dijajah oleh Fir’aun lama sekali. Kemusyrikan yang mereka lakukan pada zaman penjajahan membekas pada mereka. Sehingga saat mereka kedatangan Nabi Musa untuk membuat mereka menjadi masyarakat yang baik, Nabi Musa sulit untuk meluruskan mereka.
Mari kita simak cerita Allah saat Bani Israel diminta untuk menyembelih sapi betina. Apa jawaban Nabi Israel ? Mari kita perhatikan Surat Al-Baqarah ayat 58 :
“Mereka menjawab: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami, sapi betina apakah itu."
Kita bisa merasakan ucapan Bani Israel kepada Nabi Musa : “Mohonkanlah kepada Tuhanmu...”. Terkesan Allah itu hanya Tuhannya Nabi Musa.
Mari kita perhatikan sifat syirik yang telah melekat pada jiwa Bani Israel saat mereka diselamatkan dari kejaran Fir’aun dan tentaranya yang akan membunuh mereka di surat Al A’raf (QS.7) ayat 138 :
“Dan Kami selamatkan Bani Israil menyeberangi laut itu (bagian utara dari Laut Merah).
Ketika mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala,
mereka (Bani Israil) berkata, “Wahai Musa! Buatlah untuk kami tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala).” (Musa) menjawab, “Sungguh, kamu orang-orang yang bodoh.”
Mereka terlalu lama mengalami masa kebodohan sehingga cara berfikir mereka sangat dangkal sekali.
========================
6. *Tanya :*
Pada surat 20 ayat 90 dan seterusnya, Bani Israel dibujuk oleh Samiry untuk menyembah patung anak sapi dan sebagian dari mereka ikut menyembah patung anak sapi itu.
Mengapa Samiry berhasil mengajak sebagian Bani Israel menyembah patung anak sapi itu ?
*Jawaban :*
Jawabannya adalah memang begitulah sifat Bani Israel setelah lama dijajah oleh Fir’aun. Kesyirikan Fir’aun melekat pada jiwa Bani Israel.
Mereka terlalu bebal untuk menerima kebenaran yang datang dari Tuhan mereka. Saat Nabi Harun berusaha mencegah mereka untuk tidak menyembah patung anak sapi, mereka mengancam akan membunuhnya. Allah berfirman di surat al-A’raf (QS.7) ayat 150 :
“Dan tatkala Musa telah kembali kepada kaumnya dengan marah dan sedih hati berkatalah dia:
"Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan sesudah kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhanmu?"
Dan Musa pun melemparkan luh-luh (Taurat) itu dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Harun) sambil menariknya ke arahnya.
Harun berkata:
"Hai anak ibuku, sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir-hampir mereka membunuhku,
sebab itu janganlah kamu menjadikan musuh-musuh gembira melihatku,
dan janganlah kamu masukkan aku ke dalam golongan orang-orang yang lalim".
Jangankan Nabi Harun, Nabi Musapun mereka sepelakan. Bahkan Tuhanpun mereka tidak pedulikan. Itulah Bani Israel yang lama dijajah oleh Fir’aun yang jiwa mereka telah dicuci oleh Fir’aun beberapa generasi untuk melakukan kesyirikan.
==================
7. *Tanya :*
Apakah Nabi Musa itu cedal ?
*Jawaban :*
Insya-allah semua Nabi itu sempurna dalam fisik dan jiwa. Tak ada Rasul yang cedal, termasuk Nabi Musa. Insya-allah beliau sempurna dalam berbicara.
Namun semua Rasul adalah manusia biasa yang mengalami perkembangan jiwa yang kadang berbuat khilaf untuk kemudian mereka semua belajar untuk menjadi sempurna jiwa mereka.
Adapun cerita Nabi Musa as, yang dikatakan cedal. Kemungkinan dipicu karena ayat-ayat Allah di surat 26 ayat 10 sampai ayat 13 :
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya):
"Datangilah kaum yang lalim itu,}. (yaitu) kaum Firaun.
Mengapa mereka tidak bertakwa?".
Berkata Musa: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku takut bahwa mereka akan mendustakan aku.
Dan (karenanya) sempitlah dadaku dan tidak lancar lidahku maka utuslah (Jibril) kepada Harun.
Ayat di atas menjelaskan bahwa Nabi Musa mengatakan : “...tidak lancar lidahku maka utuslah (Jibril) kepada Harun. Seakan jika ayat ini diartikan apa adanya bahwa Nabi Musa gentar menghadapi Firaun. Nabi Musa bisa dituduh pengecut. Agar tuduhan ini tidkmuncul, maka dicari alasan. Dimunculkanlah alasan bahwa Nabi Musa cedal. Padahal seseorang gentar menghadapi orang lain itu wajar.
========
8. *Tanya :*
Apakah kaum Yahudi itu dulunya berasal dari Palestina ?
*Jawaban :*
Sebutan untuk Yahudi sekarang itu identik dengan Bani Israel. Yaitu anak keturunan Nabi Ya’qub.
a. Sebutan Israel saja, lebih mengarah pada negara Israel yang penduduknya ada dari bangsa Yahudi, Arab dan bangsa campuran
b. Sebutan Bangsa Yahudi, sebagian besar beragama Yahudi, sebagian lain ada yang Islam dan ada yang nasrani serta ada yang beragama lainnya.
Bangsa Yahudi, tidak semua berada di negara Israel. Di berbagai belahan dunia, ada beberapa komunitas yahudi.
Nenek moyang bangsa Yahudi yaitu Nabi Ya’qub atau nama lainnya Israel, semula tinggal di Palestina. Kemudian mereka pindah ke Mesir bersama satu keluarganya yaitu saat Nabi Yusuf menjadi pejabat di negeri itu.
Setelah ratusan tahun beranak pinak di Mesir di bawah penindasan Fir’aun, mereka di bawa ke tanah Palestina lagi. Tetapi, sesampainya mereka di Pintu Gerbang Palestina. Mereka enggan berjuang untuk merebut tanah Palestina itu. Sebagaimana diceritakan oleh Allah di surat Al-Ma’idah (QS.5) ayat 21 sampai ayat 24 :
“Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu,
dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh),
maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.
Mereka berkata: "Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa,
sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya.
Jika mereka ke luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya.
Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya:
"Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu,
maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang.
Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman".
Mereka berkata:
"Hai Musa, kami sekali-sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya,
selagi mereka ada di dalamnya,
karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua,
sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja".
------
Itulah ceritanya dulu
===============
9. Alhamdulillah. Selama 29 hari kita sudah mempelajari ayat-ayat Allah di surat yang pertama yaitu surat Al-Fatihah. Kemudian kita lanjutkan ke surat yang kedua yaitu surat Al Baqarah dari ayat pertama sampai ayat 70
Mudah-mudahan usaha kita memahami ayat-ayat itu membuat kita lebih sedikit paham tentang Al-Qur’an.
Jika kita terus menerus hanya memahami ayat-ayat tertentu saja. Maka kita akan menjadi orang Fasiq.
Mari kita terus berusaha mempelajari semua isi Al-Qur’an agar hidup kita selalu mendapatkan petunjuk dari Allah dan di kemudian hari nanti kita mampu menjadi Mun’am (orang yang Allah anugerahi NIKMAT)
Aaamiiiin !
------------------------------
F.K.A. (Forum Kajian Ayat)
29 – Ramadhan – 1444 H / 20 – April – 2023 M
--------------------------------------------------------------
Forum Kajian Ayat
KAJIAN AYAT-AYAT AL-QUR'AN
SELAMA RAMADHAN
(HABIS SUBUH)
=====================
VIA ZOOM
👇
https://us06web.zoom.us/j/7016978126?pwd=VUgxdDZFeDB4ZXRQMEJRbHJ0cUZadz09
=====================
Jika anda belum berminat
Tolong bantu share ke sesama
(group atau japri)
Siapa tahu mereka ingin gabung
======================
Kajian Via Zoom Rutin di link yang Sama
Selasa @13.00
Rabu @13.00 ( Khusus Wanita )
Jum'at @15.30
Sabtu @13.00
Ahad @02.30
MEETING ID : 701 697 8126
PASSCODE : cintaquran
#forumkajianayat #pemburupetunjuk
.jpeg)
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar