1 Ramadhan 1445 H - Senin 11 Maret 2024
Materi Kajian Ramadhan 1445 H
Selepas Sholat Subuh – 06.15
Forum Kajian Ayat (FKA) Semarang
========================================
sekretariat : Jl Kyai Saleh 13 A Semarang Selatan
A. Memahami Makna Ramadhan
1. Alhamdulillah kita sudah melalui bulan-bulan setelah usai Ramadhan tahun lalu dengan memahami Al-Quran baik secara individu atau bersama sahabat-sahabat di FKA ini. Mudah-mudahan pada Ramadhan ini kita mampu mengembangkan ayat-ayat yang kita telah pelajari untuk kita sinergikan dengan ayat-ayat yang akan lain. Mudah-mudahan Allah membantu kita. Amin !
2. Ayat-ayat yang berkaitan dengan puasa di bulan Ramadhan terdapat pada surat Al-Baqarah (QS.2) ayat 183 – 188
3. Pada ayat 183 Allah berfirman :
a. يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ ) ) yang artinya : ”Wahai orang-orang yang beriman !”
- Kita sebagai orang-orang yang beriman, kita akan menjawab dengan jawaban لَـبَّـيْـكَ اللّـهُــمَّ لَــبَّـيْـك (“Labbaik Allaahumma Labbaik” yang artinya “kami penuhi panggilan-Mu, ya Allah ! kami penuhi panggilan-Mu”
b. ( كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ ) yang artinya “diwajibkan atas kamu beriman” :
- Terhadap perintah ini, kita akan menjawab dengan jawaban : سَــمِـعْـنَـا وَ أَطَعْــنَـا (“Sami’naa wa Atho’naa” yang artinya “kami dengar dan kami patuh ya Allah !”) sebagaimana firman Allah di QS. 24 ayat 51 “ Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menetapkan (sesuatu) di antara mereka ialah ucapan." "Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”.
c. ( كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ ) yang artinya : “Sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu”.
- Ya Allah ! Terima kasih Engkau telah memberikan informasi kepada kami bahwa perintah puasa ini juga diwajibkan atas umat-umat manusia sebelum kami melewati Rasul-Rasul mereka.
- Kami semakin yakin bahwa perintah puasa ini pasti bermanfaat untuk jasmani dan jiwa kami.
d. ( لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ) yang artinya : “Agar kamu semua bertaqwa”
- Ya Allah ! terima kasih. Engkau menempatkan kami pada jajaran orang-orang yang bertaqwa jika kami berpuasa.
- Engkau menempatkan kami pada posisi “taqwa” jika kami berpuasa. Sekali lagi terima kasih ya Allah !
4. Pada ayat berikutnya yaitu ayat 184, Allah berfirman:
a. أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ ) yang artinya : “dalam beberapa hari yang tertentu” :
- Ya Allah ! terima kasih juga. Pada ayat ini Engkau menjelaskan bahwa perintah puasa pada ayat 183 di atas ternyata ada batasan waktunya. Semula hamba mengira Engkau mewajibkan kami berpuasa selamanya. Ternyata perintah puasa ini hanya untuk beberapa hari saja.
b. فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ) ) yang artinya “ Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu, pada hari-hari yang lain”
- Ya Allah ! Betapa pemurahnya Engkau. Engkau memberikan perintah namun Engkau juga memberikan kemudahan bagi siapa saja yang merasa kesulitan menjalankannya karena sakit atau bepergian.
- Engkau memberikan kesempatan pada yang sakit atau berpergian, untuk tidak berpuasa. Tetapi Engkau meminta mereka untuk menggantinya pada hari-hari setelah bulan Ramadhan selesai.
c. ( وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ) yang artinya : “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.
- Ya Allah ! Engkau memberikan penjelasan di ayat ini. Bagi mereka yang berhalangan untuk berpuasa pada bulan Ramadhan, kemudian mereka berusaha untuk menggantinya di hari-hari setelah Ramadhan selesai. Tetapi ternyata pada hari-hari setelah Ramadhanpun mereka tak mampu melakukan penggantian puasa itu, maka Engkau meminta mereka untuk membayar fidyah (tebusan) yaitu memberikan makanan kepada seorang yang berada dalam kemiskinan.
- Ya allah betapa pemurahnya Engkau. Terima kasih ya Allah ! hamba semakin yakin bahwa Engkau-lah penguasa alam ini dan Pemeliharanya. Engkau memelihara semua makhluk-Mu termasuk hamba.
d. ( فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ ) artinya : “Barang siapa Tathow-wa-a (melakukan hal-hal yang sunnah/ Tathowwu”) maka hal itu baik untuknya”
- Ya Allah ! Selanjutnya, pada ayat ini, Engkau menjelaskan bahwa saat seseorang melakukan puasa, kemudian ia tekun dalam melaksanakan hal hal yang sunnah, maka hal-hal yang sunnah itu baik untuknya.
- Pada waktu kaum muslimin berpuasa, mayoritas rajin melakukan hal-hal yang sunnah seperti : sholat tarowih, solat witir, sholat-sholat sunnah yang lain, tadarus Al-Qur’an, berzikir, bersodaqoh dll.
- Artinya siapapun yang melakukan puasa lalu ia melakukan hal-hal yang sunnah maka “ketaqwaannya” ada di tingkat yang lebih baik, walau ia belum keluar menuju tingkat di atas taqwa.
e. ( وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ) yang artinya : “Berpuasa baik untuk kamu semua jika kamu semua mengetahui”.
- Pada ayat ini Allah menjelaskan kepada kita. Jika seseorang tak mampu melaksanakan hal-hal yang sunnah di bulan Ramadhan disebabkan kesibukannya dalam mencari nafkah. Maka Allah berfirman padanya bahwa puasa yang ia kerjakan, tanpa melakukan hal-hal yang sunnah itu tetap baik untuknya. Karena ia tetap berada pada tingkat atau posisi “Taqwa”.
5. Ayat 185. Allah berfirman :
a. ( شَـهْــرُ رَمَـضَـانَ ٱلّـَذِىۤ أُنـزِلَ فِـيهِ ٱلْــقُـرْءانُ هُـــدًى لِّلــنَّاسِ وَبَـيِّـنَـٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ) yang artinya : “Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)”.
- Ya Allah ! Pada awal ayat 185 ini, Engkau menjelaskan bahwa Bulan Ramadhan adalah bulan yang istimewa. Inilah bulan yang Al-Qur’an akan mudah turun ke hati manusia.
- Seseorang yang berpuasa di bulan Ramadhan, dimana puasanya berturut turut dari hari ke hari akan menjadikan jiwanya bersih dan semakin bersih.
- Maka tidak heran, jika orang yang berpuasa akan mudah mendapatkan pemahaman isi Al-Qur’an jika ia serius mempelajari isi Al-Qur’an.
- Awal ayat 185 ini menjelaskan bahwa, siapapun yang belajar Al-Quran saat ia berpuasa di bulan Ramadhan, maka ia akan mudah mendapatkan dari isi Al-Qur’an itu :
Petunjuk (untuk kehidupan manusia)
Penjelasaan-penjelasan dari petunjuk itu
Furqon (ia akan peka terhadap perkara perkara yang baik dan yang batil)
- Ya Allah ! bantu hamba untuk bisa serius dalam memahami isi Al-Qur’an di bulan Ramadhan ini dan bantu hamba untuk mendapatkan ketiganya. Amin !.
b. ( فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ ) yang artinya : “Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”.
- Ya Allah pada ayat berikut ini Engkau menjelaskan lagi regulasi puasa Ramadhan ini bahwa :
Barang siapa merasa memasuki bulan Ramadhan, ia harus melakukan puasa.
Jika ia sakit atau bepergian dan ia tak mampu untuk berpuasa pada saat itu, maka ia diminta untuk mengganti puasa yang ditinggalkannya itu pada hari-hari setelah Ramadhan usai.
- Ya Allah ! lanjutan ayat ini Engkau menjelaskan bahwa, jika berpuasa sebulan penuh, selama bulan Ramadhan, kaum muslimin merasakan berat dalam berpuasa, maka sesungguhnya Engkau tidak menghendaki kaum muslimin merasakan keberatan itu. Namun, sungguh beratnya kaum muslimin dalam berpuasa itu akan mendatangkan kemudahan dalam menghadapi kehidupan mereka di dunia ini. Artinya, kami semua harus husnudl-dlon dengan perintah puasa ini.
-
c. ( وَلِتُكْمِلُواْ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ ) yang artinya : “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”.
- Pada ayat ini, Allah meminta kita untuk mencukupkan, menggenapkan sampai satu bulan, pada apa yang Allah perintahkan di bulan Ramadhan itu, yaitu :
Berpuasa, dan
Memahami isi Al-Quran untuk mendapatkan petunjuk, penjelasannya dan furqon.
- Selanjutnya, Allah menjelaskan, jika kita mampu mendapatkan petunjuk setelah belajar memahami isi Al-Qur’an, maka hendaklah kita bertakbir sebagai tanda gembira.
- Selanjutnya Allah menerangkan bahwa saat kita mampu mendapatkan petunjuk dari Al-Qur’an, maka posisi kita tidak hanya pada level taqwa, tapi meningkat pada level yang lebih tinggi yakni : “posisi Syukur”.
- Ya Allah ! bantu hamba agar hamba mempunyai kekuatan dan kemauan untuk mempelajari isi Al-Qur’an agar hamba mampu mendapatkan dan memahami petunjuk-Mu yang ada di dalam Al-Qur’an sehingga hamba mampu berada pada posisi syukur. Amin !
6. Ayat berikutnya yaitu ayat 186, Allah berfirman
a. ( وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ) yang artinya : “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat
- Ya Allah ! pada ayat ini, Engkau Berfirman : (Wahai Rasulullah !) jika ada diantara kaum muslimin yang mencapai posisi syukur ini, katakan padanya bahwa Allah itu dekat dengannya”.
- Ya Allah ! betapa inginnya hamba mencapai posisi syukur ini
- Hamba akan berusaha agar hamba tidak hanya berada pada posisi taqwa saja saat berpuasa di bulan Ramadhan. Hamba akan berusaha memahami ayat-ayat Al-Qur’an agar hamba mampu mendapatkan petunjuk dari Al-Qur’an yang hamba pahami.
- Hamba juga ingin merasakan dekat-Nya Engkau pada hamba.
b. ( أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ) yang artinya : “Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku”.
- Ya Allah ! pada ayat ini Engkau kembali menegaskan bahwa saat Engkau mengatakan dekat kepada orang yang berada pada tingkat syukur, Engkau-pun mengatakan akan mengabulkan permintaan mereka.
- Ya Allah! Tentu semua orang yang berada di tingkat syukur akan bergembira merasakan janji-Mu ini yaitu mengabulkan permintaan mereka, karena Engkau pasti menepati janji-Mu.
- Ya Allah ! hamba akan bersiap untuk menyusun permintaan hamba, agar Engkau mengabulkannya.
( فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِى وَلْيُؤْمِنُواْ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ ) yang artinya : “maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”.
c. hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”.
- Ya Allah ! pada ayat ini, Engkau menyadarkan hamba, bahwa pada saat hamba :
1) Senang karena naik dari posisi pertama yaitu “taqwa” ke posisi kedua yaitu “syukur” dan
2) Senang karena Engkau berjanji akan mengabulkan semua permintaan hamba, dan
Di saat hamba mempersiapkan diri mengajukan semua permintaan hamba, ternyata Engkau berfirman di akhir ayat 186 ini : “maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”.
Hamba tersadar, seakan Engkau mengatakan : “Sebagai hamba-Ku yang terus belajar Al-Qur’an, mana yang akan kamu pilih. Mengajukan semua permintaanmu agar Aku kabulkan atau Engkau Aku tempatkan di level atau posisi ketiga di atas posisi “syukur” ?
- Ya Allah ! ampuni hamba. Tentu hamba akan memilih naik ke level ketiga. Sungguh, hamba singkirkan semua permintaan hamba. Hamba akan pilih permintaan hamba yang sederhana saja dan memilih naik ke level di atas syukur.
- Ya Allah ! melalui ayat-Mu ini : : “maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. Sungguh hamba akan berusaha :
Tetap menjaga untuk melengkapi keseriusan hamba dalam mengikuti aturan-Mu setelah Ramadhan sebagaimana hamba lebih serius dalam ber”agama” pada saat Ramadhan.
Hamba akan tetap mempelajari isi Al-Qur’an untuk meningkatkan kualitas iman hamba
Itu semua akan hamba lakukan karena hamba ingin masuk dalam posisi ketiga setelah Taqwa dan syukur, yaitu level “tetap berada dalam kebenaran (selalu mendapatkan rusydun dari-Mu)”.
========================================
(bersambung ke kajian Ramadhan hari ke-2)

.jpeg)
Komentar
Posting Komentar